Puisi

Violin Waktu

Bila hidup ini tidak menjadi jembatan karena awan kabut begitu tebalnya

Karya Teuku Kemal Fasya

Bila hidup ini tidak menjadi jembatan
karena awan kabut begitu tebalnya
tungkai beton begitu rapuhnya
duri-duri menjegal langkah
kitab-kitab tak sempat terbaca
bukan berarti semuanya sia-sia

Bila harapan terkurung teralis penjara
kenyataan begitu rumitnya
masalah begitu banyaknya
wajahmu tetaplah butiran kristal
meski muara-muara lenyap
embun-embun melesap
cinta terbakar pantang
savana kata-kata
menyilaukan makna

Bila malam-malam semakin kelam
kesunyian menjadi dupa
ingatan bertempur lupa
kartu-kartu janji terserak
di tengah tangis anak-anak kita
pada kardus mainan fana

Bila cahaya menggumpal
waktu mengulum gelap
violin dan tamborin hilang suara
kau tetap Sariku
Inti jiwaku
mata air kalbu

Jambi, 30 Januari 2015

* Teuku Kemal Fasya, antropolog, dosen Unimal.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved