Kamis, 16 April 2026

Banjir Meluas

Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Aceh sejak Jumat (17/4) sore semakin meluas

Editor: bakri
Mobil melintasi genangan banjir setinggi 80 cm-1 meter di lintasan Meulaboh-Geumpang di kawasan Alue Tampak, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, Sabtu (18/4). Akibat musibah ini, menyebabkan 4.000 jiwa warga di empat kecamatan terpaksa mengungsi akibat meluapnya air sungai di wilayah ini .SERAMBI/DEDI ISKANDAR 

Bronjong pengaman tebing aliran Krueng Baru juga dilapor jebol di lokasi Desa Gelanggang Batee. Imbasnya, kata Camat Lembah Sabil, Usmadi SPd, terjadi luapan banjir yang menggenangi Desa Kuta Paya dan Desa Ujong Tanoh.

Wilayah Desa Sidorejo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, sejak Jumat (17/4) malam terendam. “Banjir sudah dua kali merendam, waktu surut pertama kami telah membersihkan perabot rumah. Namun ternyata banjir lagi,” kata korban banjir di Sidorejo.

Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di Aceh Selatan, Jumat (17/4) malam mengakibatkan ruas jalan nasional dan permukiman penduduk di tiga kecamatan, yakni Labuhan Haji, Tapaktuan, dan Sawang tergenang. Kendati banjir genangan tidak bertahan lama, namun kondisi tersebut sempat menimbulkan kepanikan.

Pemerhati lingkungan di Aceh Selatan, Irwandi M Pante mengatakan, persoalan banjir genangan di Tapaktuan sudah menjadi langganan. “Banjir ini akibat drainase tidak berfungsi dengan baik,” kata Irwandi.

Di Aceh Tengah, sejak Jumat (17/4) malam hingga Sabtu kemarin, banjir terjadi di sejumlah kawasan seperti di Kecamatan Pegasing dan Celala. Selain banjir juga terjadi longsor di beberapa titik.

Menurut informasi yang dihimpun Serambi, banjir bandang terjadi antara lain di Desa Linung Bulen, Kecamatan Pegasing. Satu jembatan yang menghubungkan Takengon-Jagong ambruk. Sebanyak enam sepmor yang diparkir di perkebunan juga tertimbun longsor. Ada 15 KK yang tinggal pada kawasan lereng di wilayah itu mengungsi karena khawatir ancaman longsor.

Selain itu, di Desa Pepalang, Kecamatan Pegasing, lima rumah sempat terendam. Musibah serupa juga terjadi di Desa Kuyun, Kecamatan Celala. Di sana sekira 34 rumah terendam.

Selain banjir, hujan yang mengguyur pada Jumat (17/4) malam juga menyebabkan terjadinya longsor di sejumlah titik di Kecamatan Bies, Kecamatan Silihnara, Ketol, dan Celala. Longsor parah terjadi di Km 18 Desa Mergut, Kecamatan Bies. Di sana terdapat tiga titik longsoran yang menutupi jalan. Namun pagi kemarin sudah ditangani pihak BPBD Aceh Tengah dengan mengerahkan dua alat berat.

Longsor juga terjadi di Ketol meski tak parah. Longsor terparah terjadi di lintasan Takengon-Kuyun. Di sana terdapat belasan titik longsor. Tebing-tebing jalan yang labil berjatuhan menutupi jalan. Hingga sore kemarin, reruntuhan terlihat masih tampak bergerak, turun beserta air yang masih mengalir dari gunung.

Selain jembatan Linung Bulen, Jembatan kecil Paya Beke-Remesen Kecamatan Silihnara juga terputus. Untuk sementara warga terpaksa melintasi jalur altertatif Rutih-Angkup.(edi/c45/nun/de/tz/gun)

Halaman 2/2
Tags
banjir
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved