Puisi

Lupa .

Di kepulauan Karibia Perancis, buku-buku sejarah menghadirkan Napoleon sebagai pejuang barat

Karya Eduardo Galeano

Di kepulauan Karibia Perancis, buku-buku sejarah menghadirkan Napoleon sebagai pejuang barat yang paling mengagumkan. Di pulau-pulau ini, Napoleon menghidupkan kembali perbudakan pada tahun 1802. Dengan api dan pedang ia memaksa orang kulit hitam yang merdeka kembali menjadi budak perkebunan. Tentang ini, buku-buku itu tidak menyebutkan. Orang-orang kulit hitam adalah cucu-cucu Napoleon bukan para korbannya.

Sistem

Pegawai-pegawai tidak berfungsi
Politisi berbicara tapi tidak mengatakan apa-apa
Orang-orang mencoblos tapi tidak memilih
Informasi-infomasi media dipelintir
Sekolah-sekolah mengajarkan ketidakpedulian
Hakim-hakim menghukum para korban
Militer berperang melawan saudara senegara
Polisi tidak melawan kejahatan sebab mereka terlalu sibuk terlibat di dalamnya
Kebangkrutan jadi milik umum sementara keuntungan dijadikan milik pribadi
Uang lebih merdeka daripada manusia
Rakyat menjadi pelayan dari segala hal

Tantangan

“Mereka tidak berhasil mengubah kita menjadi seperti mereka,” tulis Chacho El Kadri untukku.

Itu adalah hari-hari terakhir kediktatoran militer di Uruguay. Kami telah melahap ketakutan sebagai sarapan, ketakutan sebagai makan siang dan sebagai makan malam. Tetapi mereka belum berhasil mengubah kami menjadi mereka.

Mimpi Yang Terlupakan

Helena bermimpi ia telah meninggalkan mimpinya yang terlupakan di sebuah pulau. Claribel Alegria mengumpulkan mimpi-mimpi Helena, mengikatnya dengan pita, dan meletakkannya di tempat yang jauh supaya aman. Tetapi anak-anaknya menemukan tempat penyembunyian itu dan ingin mencoba mimpi Helena. Claribel berkata kepada mereka dengan marah: “Jangan sekali-kali menyentuh mimpi-mimpi itu.”

Lalu ia memanggil Helena melalui telepon dan bertanya padanya: “Apa yang harus kulakukan dengan mimpi-mimpimu?”

* Karya-karya Eduardo Galeano ini diterjemahkan oleh Putra Hidayatulah, seorang kurator seni dan sastrawan kelahiran Pidie, dari buku The Book of Embraces.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved