Jumat, 22 Mei 2026

Opini

Perempuan Aceh dalam Sejarah

PEREMPUAN Aceh boleh berbangga pada sejarahnya, sebab suasana yang tergambar dalam syair di atas tidak

Tayang:
Editor: bakri

Demikianlah sejarah telah meninggalkan catatannya terkait kisah peran perempuan-perempuan Aceh. Mungkin kita bertanya, apa yang membuat sejarah perempuan Aceh bisa berbeda? Menurut penulis jawabannya karena masyarakat Aceh tempo doeloe menjadikan Alquran sebagai rujukannya. Mengingat betapa Alquran telah memuliakan perempuan, dan spirit ini sangat dipahami oleh para penguasa (umara) dan para ulama. Hingga lahirlah sebuah falsafah hidup mereka yang tergambar dalam satu adagium berikut: Adat bak Poteumeureuhom (Adat adalah urusan sultan); Hukom bak Syiah Kuala (Hukum Islam adalah urusan para ulama); Qanun bak Putroe Phang (Qanun disusun oleh Permaisuri) Reusam bak Laksamana (Reusam dibuat oleh Laksamana); Hukom ngon adat lage zat ngon sifeut (Hukum dan Adat laksana zat dengan sifatnya, tidak terpisahkan).

* Dr. Yuni Roslaili Usman Latief, M.A., Dosen PAI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Email: yuni_roslaili@yahoo.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved