Rabu, 8 April 2026

Zubir Said Warga Minang Pencipta Lagu Kebangsaan Singapura

Pada tahun 2004, patung Zubir pun dipajang di depan Istana Kampung Gelam, sebuah national heritage puak Melayu Singapura warisan abad ke-19.

Editor: Amirullah

SERAMBINEWS.COM - "Majulah Singapura" adalah lagu kebangsaan resmi negara Singapura sejak negara tersebut merdeka penuh pada tahun 1965. Tapi siapa tahu? Ternyata pencipta lagu tersebut tahun 1958 adalah orang berdarah Minang, yang pada saat itu berkewarganegaraan Indonesia.

Dialah putra Minangkabau yang menciptakan lagu kebangsaan Singapura "Majulah Singapura", juga lagu resmi Hari Anak Singapura "Semoga Bahagia".

Zubir Said lahir pada tahun 22 Juli 1907 di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi), Sumatera Barat, Indonesia. Zubir adalah anak tertua, ia mempunyai 3 adik laki-laki dan 5 adik perempuan. ayahnya bernama Mohamad Said bin Sanang, ibunya meninggal ketika ia berumur 7 tahun.

Seperti ditulis Royhanul Iman di laman mirajnews.com, edisi 26 April, sebelum merantau ke Singapura pada 1928, Zubir diketahui pernah bersekolah di Belanda. Panggilan hatinya untuk bermusik, membuatnya meninggalkan Belanda meskipun pilihannya itu ditentang oleh sang ayah.

Sejak kecil dia memang sudah tertarik dengan music. Ia belajar suling, gitar, drum dan alat musik lainnya secara otodidak. Hingga dia dijuluki sebagai komponis dengan "Jiwa Melayu sejati."

Di Singapura ia bekerja sebagai musisi, bergabung dengan Grup Bangsawan, sebuah grup opera di mana para pemainnya berasal dari Melayu. Tak lama setelah itu, pada tahun 1936 ia memutuskan untuk bekerja di perusahanaan rekaman His Master's Voice.

Di perusahaan itulah ia bertemu dengan perempuan Jawa penyanyi keroncong, Tarminah Kario Wikromo, yang kemudian dipinangnya pada tahun 1938.

Ia dan isterinya, sempat kembali ke Bukittinggi, sebelum Perang Dunia II pada tahun 1941. Namun, pada tahun 1947, ia kembali lagi ke Singapura dan bekerja sebagai fotografer untuk surat kabar Utusan Melayu.

Lalu tahun 1949, ia menjabat sebagai pemimpin perusahaan Shaw Brothers Malay Film Production.

Tiga tahun kemudian ia menjadi pengubah musik di salah satu perusahan penerbit film melayu, Cathay Keris, dan menjadi penulis lagu di film-film melayu.

Pada tahun 1957, untuk kali pertama karya musiknya dipentaskan secara terbuka di Teater Victoria, Singapura. Pada tahun berikutnya, 1958, Dewan Kota Singapura menetapkan salah satu komposisi Zubir sebagai lagu resmi Singapura, yang kemudian ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Singapura, berjudul "Majulah Singapura".

Secara resmi lagu itu dikumandangkan ketika negara itu merdeka pada 9 Agustus 1965, dinyanyikan dalam lirik lagu Melayu.

Lagu tersebut awalnya digubah dalam kunci G mayor. Pada tahun 2001, lagu kebangsaan secara resmi dikumandangkan dengan kunci F mayor untuk mendapat "aransemen yang lebih megah dan mengilhami".
Lagu kebangsaan biasanya dinyanyikan pada upacara di sekolah-sekolah dan kamp angkatan bersenjata. Warga Singapura pun diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan tersebut pada perayaan nasional seperti Parade Hari Nasional.

Lirik lagunya membangkitkan semangat Singapura untuk terus maju, bersatu untuk cita-cita mulia.

"Majulah Singapura"//Mari kita rakyat Singapura//Sama-sama menuju bahagia//Cita-cita kita yang mulia//
Berjaya Singapura//Marilah kita bersatu//Dengan semangat yang baru//Semua kita berseru//Majulah Singapura
Majulah Singapura//Marilah kita bersatu//Dengan semangat yang baru//Dengan semangat yang baru
Semua kita berseru/Majulah Singapura//Majulah Singapura

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved