Puluhan Imigran Rohingya Diare
Hingga kemarin siang, sekitar 70 dari 682 imigran Rohingya yang sejak Jumat (15/5) lalu mendarat dan ditampung di kompleks
* Pemerintah dan DPRA Beri Bantuan
LANGSA - Hingga kemarin siang, sekitar 70 dari 682 imigran Rohingya yang sejak Jumat (15/5) lalu mendarat dan ditampung di kompleks Pelabuhan Kuala Langsa, mengalami diare (mencret). Beberapa orang lainnya didera sakit kepala, batuk, perut kembung, dan gangguan pencernaan.
Sementara itu, 433 imigran Rohingya lainnya yang sejak Rabu (20/5) petang ditampung di bekas pabrik kertas Desa Bayeun, Birem Bayeun, Aceh Timur (7 km dari Kota Langsa), bertahan di penampungan sementara itu tanpa fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Koordinator Tim Medis Penampungan Imigran Myanmar dan Bangladesh di Kota Langsa, dr Ayu MKes, mengatakan pihaknnya Kamis (21/5) kemarin juga telah memberikan obat cacing kepada para bayi di bawah lima tahun (balita) yang berstatus pengungsi Rohingya bersama orang tuanya di posko penampungan Pelabuhan Kuala Langsa dan RSUD Langsa. Pemberian obat cacing itu karena sejumlah balita terindikasi cacingan.
Di sisi lain, pihak Imigrasi Langsa masih terus melakukan pemutakhiran data jumlah imigran Rohingya yang kini ditampung di bekas pabrik kertas Kecamatan Birem Bayeun. Mereka merupakan migran gelombang terbaru yang masuk Aceh setelah diselamatkan nelayan Julok, Aceh Timur, pada Rabu (20/5) dini hari dan paginya. Jumlah mereka sempat terekspose 422 orang, tapi data terbaru versi Imigrasi Langsa menyebutkan jumlahnya 433 orang.
“Terdiri atas 52 orang Blangladesh, 381 orang Myanmar,” kata Kepala Seksi Lantaskim Kantor Imigrasi Kelas II Langsa, Fauzi SH yang dihubungi ulang Serambi tadi malam.
Amatan Serambi kemarin, kondisi para imigran muslim tersebut masih memprihatinkan. Fisik sejumlah anak masih sangat lemah dan sebagian di antaranya terserang diare. Selain itu, MCK juga tidak tersedia di kompleks bekas pabrik kertas tersebut. Namun, Pemkab Aceh Timur telah menyediakan posko kesehatan di sana.
Kepala Puskesmas Ranto Selamat, dr Hambali menambahkan, sampai saat ini terdapat empat imigran yang sudah dirujuk ke RSUD Langsa. Sementara ada beberapa lainnya yang dirawat di puskesmas. “Ada juga yang langsung kita rawat di lokasi,” kata dr Hambali.
Pada hari pertama, para pengungsi mendapat jatah makan siang sekitar pukul 14.00 WIB, setelah datang logistik dari International Organization for Migration (IOM).
Agus, koordinator pengungsi yang juga Kabid Pemberdayaan Dinas Sosial Aceh Timur mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan segala logistik, termasuk posko penanganan medis untuk para imigran Myanmar dan Bangladesh itu. Menurutnya, bantuan sudah mulai berdatangan, baik dari Aceh Timur dan sekitarnya, maupun dari Pemerintah Aceh.
Sejumlah sekolah di Aceh Timur juga berempati dengan menggalang sumbangan di sekolah mereka melalui pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Di antaranya, OSIS MAN Simpang Ulim dan SMA Ranto Selamat.
Kepala SMA Negeri 1 Ranto Selamat, Zainal Abidin MPd, kepada Serambi kemarin mengatakan, penggalangan dana tersebut berdasarkan inisiatif para siswa dan guru. Mereka terenyuh melihat kondisi pengungsi Rohingya yang memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan.
Setelah dana terkumpul para siswa membelikan sembako dan diserahkan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Safrida MS, kepada pengungsi Rohingnya melalui koordinator pengungsian setempat.
Sementara itu, Pemerintah Aceh bersama Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis kemarin memberikan bantuan sandang dan pangan kepada imigran Rohingya yang kini ditampung di Kota Langsa maupun Aceh Timur.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh, Drs Alhudri MM, kepada Serambi menyatakan, sandang dan pangan itu merupakan sumbangan pribadi dari pejabat di jajaran Pemerintah Aceh maupun Anggota DPRA dari Pansus VII Dapil wilayah timur.
Sumbangan itu terdiri atas beras 2.050 kg, minyak goreng 277 liter, air mineral 27 dus, gula pasir 235 kg, mi instan 329 dus, telur 110 papan, kacang hijau 38 kg, susu 11 dus, pakaian layak 7 dus, biskuit 25 dus, ikan kering 84 kg, snack 1 dus, dan pembalut wanita 20 dus.
Paket bantuan itu dibagikan ke dua posko penampungan imigran Rohingya tersebut, baik yang ditampung Pemko Langsa maupun Pemkab Aceh Timur.
Bantuan dari Pemerintah dan DPRA itu diterima Kepala Dinsos Langsa, Drs Mursyidin Budiman di posko penampungan Pelabuhan Kuala Langsa, dihadiri sejumlah anggota DPRA. Di antaranya Rusli Tambi, Asrizal Asnawi, Nurzahri, dan Jamaluddin T Muku. (zb/yuh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sekitar-400-lebuh-imigran-myanmar_20150522_082320.jpg)