Puisi

17 Ramadhan

bulan redup angin lengang waktu tak berdegup

Sajak-sajak

 din saja

17 Ramadhan

bulan redup
angin lengang
waktu tak berdegup

Banda Aceh, 17 September 2008

Batu Debu

semakin Kau uji
semakin aku percaya
Engkau Tuhanku
karena apalah ujian
dibanding pilihanMu
maafkan bila terkadang
menitik juga keterharuan itu
ah, terlalu angkuh

Banda Aceh, 18 Januari 2015

Garis

di pinggir desa
hanya pematang
memisah malam
dengan siang

Banda Aceh, 18 September 2008

Asal

darimana datang air
dari jiwa Sang Kekasih
menjadi laut lewat mata air

menjadi danau dan sungai-sungai
menjadi payau, sumur dan perigi

matahari menjadikannya hujan

Banda Aceh, 7 Februari 2013

Tuhan

aku selalu mencintaimu
dalam ingatan
dalam kenangan

bagai bayang
tak terjangkau

dan burung pulang
menjelang awan
jauh dalam sunyi

Banda Aceh, 17 Februari 2013

*din saja, penyair. Baru saja menerbitkan buku puisi Namaku Zikir (2015).

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved