Namanya Sate Matang Apa Lah, tapi Primadonanya Warga Aceh
Lezatnya daging sate berpadu dengan gurihnya cocolan bumbu kacang. Kuah soto berisi tetelen daging dengan citarasa agak encer disiram ke nasi putih.
Penulis: Nurul Hayati | Editor: Amirullah
Lezatnya daging sate berpadu dengan gurihnya cocolan bumbu kacang. Kuah soto berisi tetelen daging dengan citarasa agak encer disiram ke nasi putih.
Disantap secara bersamaan atau terpisah, keduanya sama nikmatnya. Hmmm…
Di Warkop Meutuwah tempat saya singgah, sepuluh orang pekerja yang masuk secara shift siap melayani anda.
Proses pembakaran Sate Matang Apa Lah yang terletak di Kecamatan Geurugok, Kabupaten Bireuen.
Baik sebagai koki sate dan juga pelayan minuman. Di tempat ini sate dihitung per tusuk, bukan per porsi.
Untuk satu tusuk dihargai Rp 3.000. Setiap harinya tempat ini menghabiskan hingga 30 Kg daging.
Artinya tak kurang dari 3.000 tusuk sate ludes terjual setiap harinya. Wow!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sate-matang_20150614_194637.jpg)