Puisi
Kepada Bulan
Kau segera pergi Tinggalkan aku di sini
Karya Herman RN
Kau segera pergi
Tinggalkan aku di sini
Dalam himpunan doa-doi
Berharap kita bertemu lagi
Kuminta atau tidak
Kutahu kau akan kembali
Saban roda waktu berganti begini
Kau datang dan pergi
Tanpa ada yang mampu meng-ila-dali
Bulan
Bila hadirmu membawa cinta
Dekapku dalam rahmah maghfirah itqum minannar
Maka pergimu adalah rindu yang tak terlukis oleh rasa
kutahu
tiada siapa yang dapat mempercepat datangmu
serupa tiada siapa yang mampu memperlambat pergimu
maka jangan palingkan wajah
bila kita kembali bertemu
kuhanya ingin satu
kau bawa pada maut saat aku dalam pelukanmu
* Banda Aceh, Ramadan 1436 H.
Kekasih Insan
Dalam rentang asyura ada karbala
Dalam bingkai ramadan ada malam qadar
Pada keagungan rajab ada israk mikraj
Pada rabiul awwal namamu dieja
Bagai cempaka mengembang
Wangi pada seluruh waktu dan ruang
Dari Subuh hingga Magrib
Sepanjang Muharram, Zulhijjah, dan kembali Muharram
Nun matahari dan bulan
Ada pohon harapan
Bercabang beranting di lauhulmahfud
Kita butuh jarak ini untuk mengemas rindu
Hingga masa temu
Karena telah kurentang layar pada mahligai mimpi
Mengutipnya dalam fragmen doa suci
Sesuai titah sang pemilikwaktu
Berharap aku jadi kekasihmu
kekasih
kau kekasihku kekasih insan
di sana kau menanti
di sini aku menunggu
janji di akhir waktu
masa semua kembali bertemu
Darussalam, 10 Juni 2015
Tahun
Ini tahun ketujuh setelah bala
Kunanti kau tak kunjung tiba
Ini bulan orang berpuasa
Kutanak lebih penganan berbuka
Karena kupikir kau pasti tiba
Kutangkap sayup desah dahaga
Di beranda rumah sisa laut murka
Seperti mendayu kabar kau pulang
Namun tak kudapat raga kau ada
Tahun boleh berganti
orang-orang bilang kau telah pergi
tapi aku masih di sini menanti
karena dulu kau berjanji akan kembali
katamu
kau hanya pamit sekejap untuk mandi
karena air di rumah kita tak cukup lancar lagi
Aceh Selatan, Ramadan, 1433 H.
* Herman RN, senang menulis puisi, cerpen, esai, dan resensi. Mengajar pada PBSI FKIP Unsyiah.