Jumat, 24 April 2026

Jatuh di Kolam Renang, Imam Masjid Sabang Meninggal

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Masyarakat Kota Sabang kehilangan putra terbaiknya, Tgk H Nuvrizal SPdI (36), Imam Masjid Agung

Editor: bakri

* Tulang Lehernya Patah

SABANG - Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Masyarakat Kota Sabang kehilangan putra terbaiknya, Tgk H Nuvrizal SPdI (36), Imam Masjid Agung Babussalam, Sabang yang juga hafiz Alquran 30 juz. Hakim MTQ tingkat provinsi ini mengembuskan napas terakhir di RSUZA Banda Aceh, Selasa (28/7) pagi setelah enam hari dirawat akibat jatuh di Kolam Renang Tirta Raya Banda Aceh, Kamis (23/7) sehingga kepalanya membentur lantai dasar kolam dan tulang lehernya patah.

Ustaz Jamhuri Ramli, salah satu sahabat yang juga guru almarhum, kepada Serambi di Sabang, Rabu (29/7) kemarin menyebutkan, Tgk Nuvrizal berpulang ke Rahamtullah pada hari Selasa (28/7) sekitar pukul 07.00 WIB di RSUZA Banda Aceh.

Almarhum mengalami patah tulang leher akibat terjatuh ketika hendak berenang bersama anak-anaknya di Kolam Renang Tirta Raya Banda Aceh, Kamis (23/7) siang.

Berbagai upaya pengobatan untuk kesembuhan imam masjid agung ini telah dilakukan pihak keluarga, termasuk operasi. Namun, Allah berkehendak lain. Ajal menjemputnya justru pada saat dirawat.

Jenazah almarhum dibawa pulang ke Sabang pagi Selasa menggunakan kapal cepat. Tiba di rumah duka, Gampong Balohan, sekitar pukul 11.00 WIB.

Setelah dikafani, jenazah dibawa ke Masjid Agung Babussalam, di Gampong Kota Atas, untuk dishalatkan. Biasanya Tgk Nuvrizal yang menjadi imam di masjid itu, termasuk mengimami shalat jenazah.

Tapi kali ini, shalat jenazah yang diikuti ratusan jamaah itu dipimpin oleh Ustaz Jamhuri Ramli dari Banda Aceh yang ikut mengantarkan kepulangan jenazah ke Sabang.

Setelah dishalatkan di Masjid Agung Babussalam, jenazahnya dibawa ke Masjid Balohan untuk dishalatkan sesuai permintaan keluarga dan masyarakat setempat. Setelah dishalatkan dua kali, barulah jenazah almarhum dibawa ke pemakaman keluarga di Jurong Lhamkuta untuk dimakamkan.

Sekdako Sabang Sofyan Adam ikut mengantarkan jenazah almarhum. Demikian pula Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Sabang, Tgk M Yakob Saleh, Asisten Pemerintahan Setdako Sabang Sayuti, Asisten Ekonomi dan Pembangunan M Daud, serta sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Ustaz Jamhuri, kepergian almarhum untuk selama-lamanya, bukan hanya membuat duka masyarakat Kota Sabang, tapi juga masyarakat Aceh. Soalnya, selain imam dan hapal Quran 30 juz, almarhum juga salah satu pelatih tafsir Bahasa Inggris, sekaligus menjadi juri MTQ tingkat provinsi cabang tafsir.

Semasa hidupnya almarhum juga ditunjuk sebagai salah seorang dewan hakim pada MTQ tingkat Provinsi Aceh yang akan segera berlangsung di Nagan Raya.

“Beliau sangat baik dan jenius di kalangan kawan-kawannya, karena saat duduk di bangku Madrasah Aliah Pagar Air, Aceh Besar, sudah menyelesaikan tafsirnya. Kami sebagai kawan-kawannya sangat kehilangan atas kepergiannya,” kata Ustaz Jamhuri.

Hal senada disampaikan Tgk M Yakob Saleh, Ketua MPU Sabang yang juga merupakan Imam Besar Masjid Agung Babusslam. “Almarhum merupakan salah satu hamba Allah yang cerdas, taat, dan tak pernah marah dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Juliana, dan dua anak, Aril Mustaqim kelas 1 MIN dan Khairatun Ihsan, TK Alquran. Almarhum merupakan alumnus Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry. Belakangan sedang menyelesaikan pendidikan Pascasarjana di UIN Ar-Raniry. Ia masih pegawai honorer di Dinas Syariat Islam.

Selama sebulan penuh mempinpin shalat terawih berjamaah di Masjid Agung Babussalam, ia mampu menamatkan Quran 30 juz plus qiyamul lail satu malam tiga juz. “Saya sangat terkesan. Selama bergaul, almarhun tak pernah marah dalam kondisi apa pun. Walau sudah pergi untuk selama-lamanya, tapi alunan suara merdunya masih terngiang di telinga kami,” kata Ustaz Jamhuri.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Amiruddin SE sebagai pengelola Kolam Renang Tirta Raya Banda Aceh tadi malam membeberkan kepada Serambi kejadian yang menimpa Tgk Nuvrizal yang terjadi Kamis (23/7) siang.

Menurutnya, Nuvrizal datang ke kolam renang bersama istri dan dua anaknya untuk mandi. Ia sudah biasa menggunakan fasilitas kolam renang itu bila datang ke Banda Aceh.

Kolam renang itu dilengkapi delapan bangku sebagai tempat untuk melompat ke air. Saat itu Nuvrizal melompat dari bangku nomor tiga yang tingginya lebih kurang dua meter. “Tapi beliau jatuh dengan posisi kepala duluan ke air,” ujarnya.

Lebih kurang satu menit, kata Amiruddin, Nuvrizal bangun dari air dalam keadaan pingsan setelah melompat. Petugas pengawas di kolam renang mengangkatnya dari air dan memberi pertolongan pertama.

Saat itu kondisi Nuvrizal masih sadar. Lalu dipanggil ambulans dan korban pun dibawa ke RSUZA Banda Aceh dengan didampingi petugas pengelola kolam renang, Nurul Muslimah.

Tapi lima hari kemudian pihaknya mendapat informasi bahwa Nuvrizal meninggal dunia. “Rencana pihak Dispora Aceh sebagai pengelola kolam renang akan melayat ke rumah duka di Sabang,” ujarnya. (az/adi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved