Berita Bireuen
Kasus Dua Remaja Meninggal di Peudada, Ini Pengakuan Pelaku
Mereka kembali mengejar, mendekati, dan menendang lagi hingga sepeda motor korban akhirnya terjatuh ke dalam saluran.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Salah satu pelaku, M Ml, mengungkapkan bahwa pada malam kejadian mereka berangkat bersama beberapa sepeda motor menuju Peudada.
- Sebelum berangkat, mereka sempat berkumpul di depan Kantor Bupati Bireuen.
- Menurut pengakuannya, mereka kemudian mengejar sepeda motor tersebut.
- Ia mengaku sempat menendang kendaraan korban, namun tidak terjatuh.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Polisi telah mengamankan dua remaja berinisial M Ml (18), warga Jangka, dan F Ys (18), warga Peusangan, terkait kasus meninggalnya dua remaja asal Simpang Mamplam, Bireuen, yang terjadi pada Minggu (19/4/2026).
Sementara itu, satu orang lainnya yang masih di bawah umur, Zr (17), warga Jeumpa, berstatus sebagai saksi kunci.
Ketiganya terlihat sedang menjalani pemeriksaan di ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bireuen.
Salah satu pelaku, M Ml, mengungkapkan bahwa pada malam kejadian mereka berangkat bersama beberapa sepeda motor menuju Peudada.
Sebelum berangkat, mereka sempat berkumpul di depan Kantor Bupati Bireuen.
“Setelah berkumpul, kami langsung berangkat ke Peudada. Di perjalanan, ada satu sepeda motor menyalip kami. Salah satu rekan saya memanggil pengendara tersebut, tetapi tidak dihiraukan,” ujarnya.
Baca juga: Kasus Dua Remaja Meninggal Dunia di Peudada, Pelaku Sempat Pulang dan Saling WA Berencana Kabur
Menurut pengakuannya, mereka kemudian mengejar sepeda motor tersebut.
Ia mengaku sempat menendang kendaraan korban, namun tidak terjatuh.
Mereka kembali mengejar, mendekati, dan menendang lagi hingga sepeda motor korban akhirnya terjatuh ke dalam saluran.
“Setelah itu saya langsung melarikan diri ke arah Peudada. Rekan saya turun, kemungkinan memukul korban. Kemudian saya berbalik, rekan saya naik ke motor, dan kami pulang ke rumah masing-masing,” tambahnya.
Pelaku lainnya, F Ys, memberikan keterangan yang hampir serupa.
Ia menyebutkan bahwa awalnya mereka bertiga, lalu bergabung dengan satu rekan lainnya sehingga total berjumlah empat orang.
Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar mengatakan bahwa keterangan para pelaku masih berubah-ubah dan penyidik terus melakukan pendalaman.
“Sejauh ini sudah ada tujuh orang yang dimintai keterangan. Kami masih akan memeriksa saksi lainnya untuk pengembangan kasus,” jelasnya.
| Terkait Pendataan Korban Banjir, Keuchik di Peudada Dipanggil ke Kantor Camat |
|
|---|
| Polres Bireuen Berhasil Ungkap Penyebab Dua Remaja Meninggal, 2 Pelaku Diamankan |
|
|---|
| Catat! Keuchik Bertanggung Jawab Penuh Membantu Petugas Verifikasi Korban Banjir |
|
|---|
| Bupati Bireuen Hadiri Relaunching Gedung AMANAH di Ladong Aceh Besar |
|
|---|
| Dua Imum Mukim di Gandapura Bireuen Dilantik, Ini Pesan Camat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dua-remaja-ditetapkan-sebagai-tersangka-yang-menyebabkan-dua-remaja-meninggal-di-Peudada.jpg)