Senin, 27 April 2026

Alat Rontgen dan Scaning RSUD Langsa Rusak

Dua alat medis Rontgen dan Scaning di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, sejak berapa pekan terakhir

Editor: hasyim
Alat medis Rontgen dan Scaning RSUD Langsa, sejak berapa pekan terakhir tidak bisa dimanfaatkan karena mengalami kerusakanSelasa (4/8). Akibatnya sebagian pasien butuh di scaning harus dirujuk ke RS di Medan dan pasien rontgen harus di bawa ke RS Cut Meutia Langsa. SERAMBI/ZUBIR 

* Pasien Harus Dirujuk ke RS Medan

LANGSA - Dua alat medis Rontgen dan Scaning di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, sejak berapa pekan terakhir telah rusak. Akibatnya sebagian pasien yang harus discaning harus dirujuk ke RS di Medan, dan pasien rontgen harus di bawa ke RS Cut Meutia Langsa.

Sementara menurut pihak manajemen RSUD itu, dua alat medis tersebut memang sudah tidak layak pakai lagi karena usianya hampir mencapai 15 tahun, sehingga sering macet. Namun, kedua alat medis tersebut akan diganti baru tahun ini menggunakan dana APBN.

Informasi diperoleh Serambi, scaning itu sudah rusak sejak memasuki bulan puasa lalu dan hingga kemarin belum bisa diperbaiki. Selama ini pasien yang harus discaning baik kepala dan bagian tubuh lainnya, terpaksa dirujuk ke RS Adam Malik Medan.

Setelah discaning di Medan, barulah pasien itu dibawa kembali ke RSUD Langsa. Sehingga hal itu membutuhkan waktu lama dan biaya besar. Belum lagi lelahnya perjalanan harus ditempuh pasien untuk pulang pergi Medan-Langsa.

Kemudian alat medis rontgen juga mengalami kerusakan sejumlah programnya, yaitu sekarang hanya bisa dugunakan untuk merontgen dada dan bagian kaki pasien. Sedangkan untuk melakukan foto (rontgen) seperti perut, tulang belakang, kepala tidak bisa dioperasikan.

Direktur RSUD Langsa, Dr Herman ketika dikonfirmasi via telepon kepada Serambi Selasa (4/8) membenarkan alat rontgen dan scaning saat ini telah rusak. Sehingga sebagian pasien terkadang harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk discaning maupun dirontgen.

Menurutnya, wajar jika kedua alat medis ini sering rusak karena usia alat medis scaning dan rontgen tersebut hampir mencapai 15 tahun. Usia itu tentunya sudah tidak layak lagi dipertahankan. Katanya, tahun ini kedua alat medis tersebut akan diganti baru yang dananya dari APBN. “Namun alat medis yang ada sekarang itu tetap akan diperbaiki untuk sementara digunakan sebelum datang yang baru,”ujar Herman.(zb)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved