Rabu, 13 Mei 2026

Kapal Tenggelam di Malaysia

Lagi, Mayat Warga Aceh Dikenali

Meski sudah empat hari kapal berpenumpang warga Indonesia tenggelam di perairan Sabak Bernam, Selangor

Tayang:
Editor: bakri

* Dua Korban Kapal Karam Masih Hilang

BANDA ACEH - Meski sudah empat hari kapal berpenumpang warga Indonesia tenggelam di perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, pada Kamis (3/9) dini hari, tapi hingga Minggu (6/9) kemarin belum seluruh korban yang hilang berhasil ditemukan. Selain itu, korban tewas yang sudah ditemukan pun banyak yang belum teridentifikasi. Namun, kemarin tiga korban tewas sudah dikenali sebagai warga Aceh, sedangkan dua korban lainnya belum ditemukan.

Nama-nama korban tewas yang sudah teridentifikasi itu diperoleh Serambi dari Hj Darwati A Gani, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang seharian kemarin berada di Selangor, Malaysia, mendatangi dua rumah sakit yang menampung mayat korban kapal tenggelam itu. Darwati berkunjung bersama suaminya, Irwandi Yusuf MSc dan President Aceh Community di Malaysia, Haji Mansyur Usman.

Rumah sakit pertama yang mereka kunjungi adalah Hospital Ipoh Raja Permaisuri, di Sabak Bernam, Selangor, tempat disemayamkan 23 jenazah korban kapal yang tenggelam. Setelah itu, mereka berkunjung ke Hospital Telok Intan. Di sini, enam mayat korban kapal tenggelam disemayamkan.

Di Rumah Sakit Ipoh Raja Permaisuri kemarin, tujuh jenazah sudah teridentifikasi dan sudah ada keluarga yang mengklaim bahwa itu keluarga mereka. Ketujuh jenazah itu akan diberangkatkan ke Medan, Sumatera Utara (Sumut) hari ini, Senin (7/9). Tapi dari semua jenazah yang teridentifikasi dan akan dipulangkan itu tak seorang pun warga Aceh. Mereka berasal dari Medan, Jakarta, dan Madura.

Satu-satunya jenazah yang sudah teridentifikasi sebagai warga Aceh di rumah sakit ini adalah Mawardi, berasal dari Gampong Jeulanga Barat, Ulee Gle, Pidie Jaya. “Tapi sampai siang ini belum ada keluarga Mawardi yang mengklaim dan menghubungi pihak kedutaan di Kuala Lumpur,” ujar Darwati kepada Serambi kemarin siang.

Selanjutnya, dari Hospital Ipoh, Darwati cs berkunjung Rumah Sakit Teluk Intan. Di rumah sakit ini terdapat lima jenazah korban kapal karam. Empat laki-laki yang tidak bisa diketahui lagi identitasnya karena sudah dalam keadaan rusak. Tapi ada satu jenazah anak kecil bernama Shakila yang dikenali sebagai warga Jungka Gajah, Meurah Mulia, Aceh Utara. Kondisi fisiknya juga tidak bisa lagi dikenali. “Identitasnya justru diketahui dari pakaian dan sepatu yang dia pakai saat berangkat naik kapal yang nahas itu,” kata Darwati.

Selain itu, Minggu siang, Staf KBRI di Kuala Lumpur bernama Hepi mengabarkan kepada Darwati bahwa ada satu lagi jenazah yang teridentifikasi sebagai warga Aceh dan akan segera dipulangkan ke Aceh. Korban bernama Nurlela binti Abdul Wahab. Dari kartu identitasnya, almarhumah tercatat sebagai warga Gampong Lubok, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Hingga kemarin sore, kata Darwati, korban masih disemayangkan di Rumah Sakit Sabak Bernam. Direncanakan, jenazah almarhumah akan dipulangkan ke Aceh Besar pada hari Selasa, 8 September 2015, sebagaimana info yang ia peroleh dari Hepi.

Dengan demikian, kemarin ada tiga korban tewas yang teridentifikasi sebagai warga Aceh, yakni Mawardi (Pidie Jaya), Shakila (Aceh Utara), dan Nurlela binti Abdul Wahab (Aceh Besar).

Darwati berharap, pihak keluarga korban atau Pimpinan Posko Musibah Kapal Tenggelam di Biro Humas Kantor Gubernur Aceh segera menghubungi KBRI di Kuala Lumpur untuk mempercepat pemulangan para jenazah yang merupakan warga Aceh ini.

Saifullah Abdul Gani dari Biro Humas Pemerintah Aceh tadi malam kepada Serambi mengatakan bahwa data yang disampaikan Hj Darwati A Gani itu klop dengan data terbaru yang dihimpun Biro Humas. Apalagi sumbernya sama, yakni Hepi, Staf KBRI di Kuala Lumpur.

Menurut laporan pihak KBRI, Minggu (6/9) pagi kemarin ditemukan lagi 14 jenazah korban kapal karam. Semua mereka disemayamkan di Rumah Sakit Sabak Bernam, untuk proses identifikasi.

Pihak rumah sakit dan kedutaan sedang berupaya mengambil foto untuk mendokumentasikan semua jenazah, karena kebanyakan jenazah tak dikenali lagi wajahnya. Oleh karena itu, pakaian atau atribut apa pun yang melekat di tubuh atau pakaian para jenazah, ikut didokumentasikan. “Upaya ini dilakukan untuk memudahkan pihak keluarga dalam mengenali korban nantinya,” demikian Darwati.

Dari Aceh Utara dilaporkan, tiga dari enam warga Aceh Utara yang sudah diketahui tenggelam di perairan Sabak Bernam, Selangor, hingga Minggu (6/9) sore belum ditemukan. Mereka adalah Zulfikar (32), warga Desa Gampong Teungoh, Kecamatan Meurah Mulia, Hanafiah, warga Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, dan Muhammadiah Zainal (30), warga Desa Paya Lipah, Kecamatan Simpang Keuramat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved