Rabu, 13 Mei 2026

Kapal Tenggelam di Malaysia

‘Kalau Terjadi Apa-apa, Jaga Anak Baik-baik’

ISAK tangis dan keharuan menyeruak saat sebuah ambulans masuk ke pekarangan rumah Fitri Yulia (25) di Desa Kedai

Tayang:
Editor: bakri

ISAK tangis dan keharuan menyeruak saat sebuah ambulans masuk ke pekarangan rumah Fitri Yulia (25) di Desa Kedai Manggeng, Kecamatan Manggeng, tiba di rumah duka, Kamis (10/9) subuh, sekitar pukul 5.00 WIB. Ambulans tersebut membawa peti berisi jenazah T Ibrahim Asda (29), suami Fitri Yulia.

T Ibrahim Asda (29) merupakan salah satu korban meninggal dalam musibah kapal tenggelam di Perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia, Kamis (3/9) lalu. Jenazah ayah dua anak yang masih kecil-kecil ini dibawa pulang dengan mobil ambulans dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (9/9) malam.

Istri korban, Fitri Yulia (25) asal Bandung nyaris pingsan melihat suaminya yang berangkat untuk bekerja di Malaysia sekitar tiga atau empat bulan lalu, ternyata pulang dalam keadaan sudah menjadi jenazah. Sedangkan dua putri almarhum Cut Dafnia (6) duduk kelas 1 SD dan Cut Reina (2,5), masih belum mengerti dengan kedatangan peti jenazah tersebut.

Usmadi SPd, anggota keluarga korban kepada Serambi menjelaskan, pihak keluarga sekitar empat hari lalu menerima informasi dari salah seorang warga Manggeng yang bekerja di Malaysia, bahwa Ibrahim Asda menjadi salah seorang korban meninggal kapal tenggelam. Jenazah korban ditemukan di Teluk Intan, Selangor kemudian dievakuasi di salah satu rumah sakit di sana.

Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Ayah Gadeng, Desa Gampong Teungoh, Manggeng, diikuti ratusan warga. Bertindak sebagai Imam, Said Firdaus dan pidato pengantar disampaikan H Ridwan Adami. “Jenazah almarhum T Ibrahim Asda dimakamkan di pemakaman Desa Gampong Teungoh, persis di sebelah makam almarhum ibunya,” kata Usmadi.

Usmadi menjelaskan, pada tanggal 3 September 2015 lalu, sebelum naik kapal untuk berlayar pulang, T Ibrahim Asda sempat mengirim SMS kepada istrinya yang menetap di Keude Manggeng. “Saya pulang ke kampung dengan kapal. Doakan selamat dalam pelayaran, kalau terjadi apa-apa, jaga anak baik-baik,” demikian isi SMS yang dikirim T Ibrahim Asda kepada istrinya di kampung halaman.(nun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved