Jumat, 17 April 2026

Satu JCH Aceh Cidera pada ‘Musibah Mekah’

Satu jamaah calon haji (CCH) dari Kota Banda Aceh dilaporkan cidera pada peristiwa robohnya crane di Masjidil Haram

Editor: bakri

BANDA ACEH - Satu jamaah calon haji (CCH) dari Kota Banda Aceh dilaporkan cidera pada peristiwa robohnya crane di Masjidil Haram, Mekah, Jumat (11/9) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Korban cidera tersebut bernama Nasriah binti Muhammad (52), dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi.

Informasi yang diperoleh dari Media Center Haji (MCH) Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh, Nasriah binti Muhammad pemegang nomor paspor B1175082 kelompok terbang (kloter) BTJ 001 adalah warga Dusun Usman Keuchik Nomor 32, Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh.

Koordinator Humas Pembantu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (P3IH) Embarkasi Banda Aceh, H Akhyar MAg kepada Serambi, Sabtu (12/9) mengatakan, pihaknya belum memperoleh informasi lebih lanjut dari petugas haji di Mekah terkait cidera yang dialami Nasriah. “Kita akan memantau terus kondisi ibu Nasriah dan jamaah haji Aceh lainnya melalui petugas haji di Mekah,” ujarnya.

Sementara itu, informasi lainnya yang diperoleh dari Kabid Transportasi Kementerian Agama (Kemenag) RI, Subhan yang berada di Mekah menyampaikan dalam hitungan detik tiba-tiba suasana menjadi gelap gulita dan angin bertiup kencang sekali yang bercampur debu.

Ia menambahkan saat peristiwa tersebut, sebagian besar jamaah sedang bersiap-siap menuju Masjidil Haram untuk shalat Magrib dan sebagian lainnya sedang melaksanakan umrah karena baru tiba di Mekah, dan juga iktikaf di dalam masjid.

“Setelah shalat Jumat jamaah tidak pulang, jadi posisinya di Masjidil Haram. Setelah badai langsung turun hujan deras. Saat badai itu sebuah crane jatuh menimpa bangunan tawaf yang sedang dibangun. Tiang penyangganya roboh, dan semua petugas berupaya melakukan apa yang bisa diperbuat,” kata Subhan via blackberry messenger (BBM).

Koordinator Humas P3IH Embarkasi Banda Aceh, H Akhyar MAg menyampaikan sebanyak 259 dari 391 JCH Kloter 4 mengalami risiko tinggi (risti). Jamaah risti ini umumnya berusia 60 tahun ke atas dan mengalami penyakit jantung, kolesterol, hipertensi, serta stroke ringan.

“Kepada jamaah risti petugas kesehatan memberikan gelang, dan akan selalu dipakai selama berada di Tanah Suci. Hal ini agar membantu petugas haji di Mekah untuk memberikan perhatian lebih dan kewaspadaan kepada jamaah risti,” katanya.

Selain itu dalam kloter tersebut, terdapat dua JCH yang mutasi keluar ke kloter 9 yaitu Mislam bin Kromo Karso (58) dan Parinah binti Parijan Jokarto (47). Kedua JCH ini, kata Akhyar meminta untuk dimutasi ke kloter lain karena ada keperluan lain sehingga tidak dapat berangkat bersama jamaah yang tergabung dalam kloter 4.

JCH yang tergabung dalam kloter 4 ini, sebutnya berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Bireuen. Jamaah menuju ke Bandara King Abdul Aziz, Jeddah melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu (13/9) pukul 1.45 WIB. Di Mekah akan menempati maktab nomor 15 wilayah Mahbas Jin.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari petugas kloter 1,2, dan 3 yang terdapat dalam website kemenag aceh, kondisi jamaah haji Aceh dari masing-masing kloter dalam keadaan sehat. Seorang petugas kloter 2, Abrar Zym menuliskan, “kondisi jamaah haji kloter 2 semuanya sehat wal afiat. Tawaf belum dilaksanakan karena semua jalan masuk (ke Masjidil Haram) diblokir, dan pagi ini kami terus mencoba masuk untuk tawaf. Mohon doanya”. Pesan tersebut dikirim Sabtu (12/9) pukul 9.34 WIB. (una)


Tags
Haji
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved