Selasa, 16 Juni 2026

Mulut Kuala Gigieng Lambada Lhok Dangkal

Mulut Kuala Gigieng Lambada di Desa Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, dangkal sejak

Tayang:
Editor: bakri

* Nelayan Kesulitan Keluar Masuk

BANDA ACEH - Mulut Kuala Gigieng Lambada di Desa Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, dangkal sejak beberapa tahun terakhir. Sehingga menyulitkan para nelayan ketika keluar dan masuk di kuala tersebut.

Keuchik Lambada Lhok, Abdul Kadir kepada Serambi, Minggu (20/9) mengatakan, akibat dangkalnya kuala tersebut nelayan tidak bisa melaut jika air sedang surut, karena boat bisa kandas dan tersangkut di mulut kuala. Padahal kuala tersebut merupakan satu-satunya jalur nelayan masuk menuju Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lambada Lhok, yang berjarak sekitar 500 meter dari kuala.

Menurut Abdul Kadir, saat ini ada sekitar 80-an boat nelayan yang bersandar di PPI Lambada Lhok, sehingga jika kuala semakin dangkal dikhawatirkan akan semakin mengganggu perekonomian nelayan. Bahkan saat ini, boat jenis 30 GT milik nelayan Lambada harus bersandar ke TPI Lampulo karena tidak dapat masuk kuala. “Padahal jika boat lancar keluar masuk kuala, akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan pedagang ikan di TPI Lambada Lhok,” ujar Abdul Kadir.

PPI Lambada Lhok yang dibangun kembali pascatsunami, pada tahun 2007, kurang menggeliat seperti pelabuhan perikanan lainnya, karena hanya menjadi sentra pendaratan ikan segar hasil pancingan dengan boat kecil. Sebab tidak banyak ikan yang bisa didaratkan karena boat pukat tidak bisa masuk PPI.

Sementara itu, Reza Fahlevi seorang warga Lambada Lhok juga mengungkap hal yang sama. Bahkan menurut Reza Fahlevi mulut kuala Gigieng telah pernah dikeruk beberapa tahun lalu. Tapi mulut kuala itu dangkal kembali, sehingga boat nelayan kesulitan keluar masuk. Karena itu, nelayan sangat mengharapkan agar mulut kuala tersebut dikeruk kembali.

Camat Baitussalam, Drs Abdul Rafar yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, dangkal Kuala Gigieng tersebut merupakan faktor alam, karena masuknya pasir laut ke dalam kuala yang dibawa air pasang. Untuk menanganinya sejak tahun 2014 Pemkab Aceh Besar membangun tanggul jetti baik di pintu kuala maupun di PPI.

Menurutnya, Karena keterbatasan dana maka harus dibangun secara bertahap, tahun 2015 dianggarkan melalui APBK Rp 1,5 miliar dan APBA Rp 1,5 miliar untuk pembangunan tanggul jetti di sekitar PPI. “Jika seluruh tanggul jetti sudah selesai dibangun, baru mulut kuala itu dikeruk kembali, agar pasir laut tak bertumpuk di mulut kuala itu,” ujarnya.(mr)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
Live
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved