“Lon Mate Malam Nyoe”
Kematian bocah berusia enam tahun bernama Ayu Azahara, putri dari pasangan Abdullah dan Hamidah, warga Desa Pandrah
Sepeninggal Ayu, orang tuanya pun sangat sedih terhadap apa yang dialami anaknya dan meminta pelaku dihukum berat. “Lagee nyan dipeulaku aneuk lon, beu lagee nyan dihukom. Ek sampe hate aneuk lon dipeulaku lagee nyan, sampe asoe pruet diteubit uluwa (seperti itu diperlakukan anak saya, seperti itu pula dia dihukum. Sampai hati anak saya diperlakukan seperti itu hingga isi perutnya keluar),” ujar ibu Ayu menyiratkan kesedihan tak terperi.
Setelah mengembuskan napas terakhir, pagi itu itu juga jenazah Ayu dibawa pulang dengan mobil ambulance ke rumah duka dan tiba di Desa Pandrah Janeng, Selasa 15 September 2015 sekitar pukul 08.00 WIB. Prosesi pemakaman selesai menjelang zuhur hari itu.
Sang ayah, Abdullah tak sanggup mengantar anaknya ke pemakaman. Sejak pukul 08.00 WIB setiba di rumah, ia pingsan dan baru siuman pada sore harinya. Sedangkan sang ibu, Hamidah yang sempat ke kuburan harus dibawa pulang lagi ke rumah karena pingsan. Kini, Ayu Azahara terbaring damai dalam pelukan bumi di belakang Meunasah Pandrah Janeng yang terpaut sekitar 200 meter dari rumahnya. Selamat jalan Ayu.(adi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bocah-ayu-azahara-korban-pembakaran_20150922_093038.jpg)