Astaka Diraja Minim Perhatian
Raja Daya Teuku Saifullah mengatakan tradisi Seumuleung (memuliakan raja) di Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya hingga saat ini masih berlangsung
* Upacara Seumuleung Berjalan Khitmat
CALANG - Raja Daya Teuku Saifullah mengatakan tradisi Seumuleung (memuliakan raja) di Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya hingga saat ini masih berlangsung di balai sewaan yang berlokasi di Glee Jong, Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya.
“Hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah untuk pembangunan Astaka Diraja di kompleks makam Poeteumeureuhom, sehingga bangunan tersebut sampai saat ini belum tuntas kita bangun,” ujar Raja Daya Teuku Saifullah kepada Serambi di sela berlangsungnya tradisi Seumeuleung di Desa Glee Jong, Sabtu (26/9) kemarin. Tradisi Seumeuleung turut dihadiri bupati dan wakil bupati Aceh Jaya, anggota DPR Aceh, ketua DPRK, ketua MPU, waka polres, perwakilan Kejaksaan Calang, unsur SKPK dan tokoh masyarakat Lamno serta para raja di Aceh.
Saifullah menyebutkan bangunan tempat ritual Seumeuleung yang disebut dengan Astaka Diraja (balai upacara) hingga saat ini belum rampung dibangun karena kurangnya dukungan dari Pemerintah Aceh. Astaka Diraja yang saat ini dibangun bertahap merupakan bantuan Pemerintah Aceh Jaya. Sementara Pemerintah Aceh sampai saat ini dinilai masih minim perhatian terhadap tradisi Seumeuleung yang dilaksanakan setiap hari ketiga Idul Adha.
Padahal tradisi Seumeuleung dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus melestarikan adat budaya. “Kami berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan dukungan untuk pembangunan Astaka Diraja ini,” ujar Saifullah. Sementara itu Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman menyebutkan pihaknya akan membantu pembangunan Astaka Diraja sesuai kemampuan anggaran daerah.
Ketua Panitia Seumeuleung Teuku Zaini menyebutkan upacara Seumeuleung berjalan khitmat. Semua raja di Aceh yang diundang hadir. Yakni raja dari Trumon, Nagan Raya, Abdya, Singkil, Pasee, Pidie, Linge Takegon, Aceh Selatan, Meulaboh dan lainnya. Kegiatan tersebut diawali Raja Daya bersama panglima memasuki Astaka Diraja dan disambut oleh para raja lainnya. Selanjutnya raja memberikan nasehat dirangkai dengan menyuap nasi oleh dayang khusus serta jamuan makan bersama dengan para tamu undangan. Prosesi Seumeuleng dilanjutkan dengan zikir dipimpin Tgk Samunzir Hesein. (c45)