Puisi
Istri
begitu kental masih bercak bercak sejarah
Sajak-sajak
Hasbi Burman
Istri
istri menangis terisak
di tepi ranjang
karena suaminya tak jadi
berangkat perang
28 September 2015
Oh
begitu kental masih bercak
bercak sejarah
di dinding kamar kunang-kunang
memainkan benang api
adikku, kau tuduh aku tak
sempurna. dengan cahaya
28 September 2015
Calang
setiap senja terlihat kaki langit senja
galau hati di sana yang dirakit olehnya
laut bergelut dengan ombak malam
begitulah seterusnya
cerita usang dalam mimpiku
28 September 2015
Kepada Isnu Kembara
seperti isnu kembara yang mengetuk
mengetuk pintu asmara
yang setiap saat menangisi cinta
rindu lantang bercakap tentang lautan
tapi itu dulu
ah, kau kawanku
kau kehabisan puja
Meulaboh, 20 September 2015
Kepada Mustiar AR
ada kau dengar
deru ombak
malam sangat panjang
membentang angan-angan
bulan yang pecah itu
melayarkan kita
menghempaskan kita
dalam
lorong itu masih sunyi
Hasbi Burman