Minggu, 26 April 2026

Songket ‘Nyakmu’ Aceh, Brand Lokal yang Pernah Mendunia

“Budaya menenun telah ada pada masyarakat Aceh dan merupakan warisan budaya yang telah berusia ratusan tahun lamanya."

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Amirullah

1. Rupa-rupa Motif Songket Aceh

Motif-motif tersebut pada umumnya terinspirasi dari lingkungan alam pedesaan yang bersumber dari kearifan lokal masyarakat Desa Siem Kabupaten Aceh Besar sebagai masyarakat pertanian.

Di antara motif tersebut adalah motif Pucok Reubong, Bungong Kalimah, Bungong Geulima, Bungong Campli, Bungong Awan-awan dan masih banyak lagi yang kesemuanya mencapai 50-an motif.

Sementara Dr Indra Zainun MP putra Hj Maryamun atau akrab disapa Nyakmu menguraikan napak tilas perjalanan Songket Nyakmu sejak tahun 1973 mengembangkan usaha tenun songket Aceh di Desa Siem, Aceh Besar.

Desa Siem merupakan salah satu sentra perkembangan tenun songket Aceh, di mana banyak pengrajin yang datang belajar menenun pada Nyakmu.

Dari tangan terampil Nyakmu lah aneka motif tradisional warisan leluhur yang kemudian dikembangkan lagi menjadi beragam motif baru tenun ija sungket (kain songket).

Perjuangan melestarikan budaya pusaka leluhur oleh Nyakmu ini mendapat perhatian dan dukungan pemerintah daerah dengan diikutsertakan dalam berbagai pameran dan festival budaya di Jakarta, Bali, dan bahkan mancanegara seperti Malaysia, Singapura dan Srilangka.

Hj Maryamun atau Nyakmu yang tutup usia pada 2009 lalu akhirnya oleh presiden RI kala itu, HM Soeharto dianugerahi Upakarti pada 1991.

Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved