BPNB Identifikasi Haloban sebagai Suku
Suku Haloban ini, menurut para peneliti, berbeda dengan suku Aceh, juga berbeda dengan suku Nias maupun Batak,
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Fatimah
Laporan Yarmen Dinamika I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Balai Pelestarian Nilai Budaya (BNPB) Banda Aceh telah melakukan penelitian deskriptif selama satu minggu di Pulau Haloban, Aceh Singkil.
Dari hasil riset tersebut, tim peneliti yang berjumlah enam orang sampai pada kesimpulan sementara bahwa komunitas Haloban yang berada di Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, layak disebut sebagai suku.
Suku Haloban ini, menurut para peneliti, berbeda dengan suku Aceh, juga berbeda dengan suku Nias maupun Batak, bahkan berbeda dengan suku Singkil, meski Haloban sendiri secara geografis berada di Kabupaten Aceh Singkil.
"Kesimpulan kami, suku Haloban adalah suku yang terbentuk dari hasil akulturasi dari lima suku, yakni Minang, Simeulue, Nias, Batak, dan Aceh. Sebelum abad 18, komunitas Haloban sudah berdiri sendiri sebagai sebuah entitas. Malah sudah punya kerajaan tersendiri yang terpisah dari Kerajaan Batu-batu di Singkil daratan," ujar Kepala BPNB Banda Aceh, Irini Dewi Wanti SS, MSP menjawab Serambinews.com di Banda Aceh, Selasa (3/11/2015) siang.
Saat penelitian ke Haloban itu dilakukan Agustus lalu, Irini Dewi Wanti sendiri yang memimpin tim tersebut. "Dari aspek bahasa, budaya (termasuk adat istiadat), dan latar belakang terbentuknya suku ini memang beda dengan suku-suku lainnya yang ada di Aceh," kata Rini, panggilan akrab Irini Dewi Wanti.
Selama ini di Aceh hanya dikenal delapan suku, yakni suku Aceh, Alas, Gayo, Tamiang, Singkil, Simeulue, Anuek Jamee, dan Kluet. Dalam waktu dekat BNPB Banda Aceh akan mengusulkan kepada Gubernur Aceh supaya mempertimbangkan dan menetapkan Haloban sebagai salah satu suku yang ada di Aceh, di luar delapan suku yang ada.
Untuk itu, kata Rini, hasil penelitian tim yang dipimpinnya itu akan segera disosialisasikan dan diseminarkan. Pihaknya akan mengundang antropolog, sejarawan, budayawan, dan akademisi untuk membahas dan mengomentari hasil riset mereka. "Kalau semua pihak sudah sepakat bahwa Haloban adalah suku, maka BNPB Banda Aceh akan segera menyurati Gubernur Aceh untuk menetapkan komunitas Haloban sebagai suku di Aceh, sekaligus akan menambah jumlah suku di Indonesia," demikian Rini.
Pulau Haloban yang eksotik disebut juga Pulau Tuwanku, pulau terbesar di gugus Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. Haloban terdiri atas dua desa, yakni Desa Haloban dan Asantola.
Amatan Serambinews.com, bahasa Haloban memang berbeda dengan bahasa Anuek Jamee maupun Alas yang juga digunakan di Singkil. Kelapa yang dalam bahasa Anuek Jamee disebut karambi, atau niorkh dalam bahasa Singkil/Ulu, dalam bahasa Haloban justru disebut wonol. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/singkil_20151103_160408.jpg)