Stiker PA Hanya Ditempel di Rumah Pendukung
Fraksi Partai Aceh di DPRK Aceh Jaya menyatakan tidak semua penerima listrik gratis di Aceh Jaya
* Terkait Kasus Listrik Gratis Berstiker Partai Aceh
CALANG - Fraksi Partai Aceh di DPRK Aceh Jaya menyatakan tidak semua penerima listrik gratis di Aceh Jaya ditempel stiker berlambang Partai Aceh (PA). Penempelan stiker PA di meteran listrik rumah tersebut hanya berlaku untuk pendukung (konstituen) PA saja. Sementara penerima listrik gratis yang dianggap kurang mendukung, PA tidak menempel stiker tersebut di meteran listrik rumah.
“Perlu diketahui bahwa penempelan stiker tersebut memang Partai Aceh yang membuatnya dan tidak dicetak oleh Pemkab Aceh Jaya dan pihak PLN. Namun yang ditempel hanya pada penerima pendukung Partai Aceh, sedangkan penerima listrik gratis lainnya tidak kita tempel,” kata Ketua Fraksi PA DPRK Aceh Jaya Mawardi Wahed Kepada Serambi, Senin (2/10) seusai menggelar rapat fraksi menyangkut stiker berlambang Partai Aceh yang ditempel di meteran listrik gratis.
Mawardi menyebutkan stiker berlambang PA tersebut hanya ditempel di beberapa kecamatan. Yakni Kecamatan Panga, Krueng Sabee dan Setia Bakti. Sedangkan enam kecamatan lainnya di wilayah itu tidak ada penempelan stiker PA. Menurutnya dalam realisasi layanan program listrik gratis tersebut, tidak hanya diberikan untuk pendukung PA saja. Akan tetapi setiap warga miskin juga memperolehnya. Namun, kata dia, bagi mereka yang dianggap bukan pendukung, PA tidak akan menempel stiker lambang partai.
“Kita mengajak semua teman-teman di DPRK Aceh Jaya, untuk mendukung program cerdas Partai Aceh untuk masyarakat kita, sambil menunggu program cerdas lainnya yang prorakyat,” kata Mawardi.
Angota DPRK Aceh Jaya Dasril A Rahman dari Partai Daulat Aceh (PDA) menyebutkan hingga saat ini pihaknya belum menemukan ada stiker berlambang PA yang ditempel di rumah konstituen PDA, melainkan hanya ada bagi pendukung PA di Panga, Krueng Sabee dan Setia Bakti. “Penempelan stiker berlambang Partai Aceh hanya ditempel di rumah yang dianggap telah mendukungnya saja dan saya kira itu tidak perlu dipersoalkan. Biar masyarakat saja yang menilainya,” ujar Dasril.
Sebelumnya kemunculan stiker Partai Aceh di meteran listrik gratis menuai reaksi DPRK Aceh Jaya. “Listrik gratis di Aceh Jaya merupakan dukungan dana dari APBK yang dianggarkan sejak 2014 lalu hingga 2015. Kalau memang harus menempel lambang partai, ya harus semua partai ditempel, sebab itu dana bersama dan disahkan bersama di DPRK,” tegas Wakil Ketua DPRK Aceh Jaya Teuku Hasyimi Puteh kepada Serambi, Jumat (30/10).
Amatan Serambi pada stiker tersebut tercetak tiga lambang, yakni lambang Partai Aceh di bagian atas, di tengah lambang Pemkab Aceh Jaya dan di bawah lambang PT PLN. Stiker tersebut khusus ditempelkan pada rumah warga yang menerima listrik gratis. Menurut Teuku Hasyimi, DPRK sangat mendukung program listrik gratis di Aceh Jaya.
Namun, kata dia, apabila program listrik gratis diberikan kepada yang tidak berhak menerima dan mengatasnamakan satu pihak saja, maka jelas tidak sesuai dengan ketentuan dan menyalahi prosedur.
“Jangan mengaburkan dana APBK dengan mengatasnamakan sepihak saja. Sebab itu (program) milik bersama. Tahun 2015 anggaran dialokasikan pada APBK sebesar Rp 10 miliar masing-masing dari APBK murni Rp 7 miliar dan pada APBK-Perubahan ditambah Rp 3 miliar untuk listrik gratis,” tegas Teuku Asrizal yang juga Wakil Ketua DPRK. (c45)