Selasa, 12 Mei 2026

Mantan Pelatih Persiraja: Pembinaan Pemain Terganggu tanpa Kompetisi

"Tanpa kompetisi sangat mengganggu pembinaan pemain, terutama pemain muda. Karena melalui kompetisi para pemain bisa terasah meningkatkan kemampuannya

Tayang:
Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD HADI
Eks Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas (kiri) bersama Pelatih Sepakbola Porwil Aceh, Jessie Mustamu (tengah) dan Asisten Pelatih Sulaiman Romario foto bersama di sela-sela memimpin latihan pemain Porwil di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Selasa (3/11/2015) sore. 

Laporan Muhammad Hadi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Eks Pelatih Persiraja, Akhyar Ilyas mengatakan pembinaan pemain sangat terganggu akibat tanpa bergulirnya kompetisi di Indonesia.

"Tanpa kompetisi sangat mengganggu pembinaan pemain, terutama pemain muda. Karena melalui kompetisi para pemain bisa terasah untuk meningkatkan kemampuannya," ujar Pelatih berlisensi B AFC kepada Serambinews.com.

Padahal, kata Akhyar, mantan pemain U-19 seperti Evan Dimas dkk dapat meningkatkan kemampuan melalui kompetisi resmi, seperti Liga Super Indonesia (LSI). Tapi mereka belum sempat merasakan ketatnya kompetisi sepakbola kasta tertinggi nasional akibat pembekuan PSSI pada April lalu.

"Persaingan ketat melalui kompetisi membuat pemain makin termotivasi untuk tampil lebih baik. Karena mereka akan berjuang maksimal untuk prestasi klubnya," ujar mantan pemain Sriwijaya FC musim 2005, Persmin Minahasa musim 2006, dan Persija Jakarta musim 2007.

Kalau kompetisi, kata Akhyar, ada target yang ingin dikejar pemain untuk klubnya. Misalnya tim Divisi Utama berjuang tak degradasi dan menjadi juara agar bisa promosi ke LSI. Begitu juga tim LSI selain berjuang menjadi juara juga bisa tampil di level AFC, mereka juga bersaing supaya tak degradasi.

"Ini berbeda dengan turnamen, begitu selesai ya berakhir. Tapi untuk sementara dalam rangka mengisi kekosongan tanpa kompetisi, ya tak masalah. Tapi yang utama harus dipikirkan bagaimana supaya kompetisi bergulir," ujar Akhyar yang juga mantan pemain Persijatim Solo FC musim 2004.

Mantan pemain Semen Padang FC musim 2003 ini berharap pemangku kepentingan di Jakarta agar memikirkan bagaimanan kompetisi bisa segera bergulir lagi. Ego berberbagai pihak harus dihilangkan dan memikirkan masa depan sepakbola Indonesia supaya bisa bersaing di level internasional.

”Pemerintah dalam hal ini Menpora dan PSSI bersama tokoh olahraga harus duduk bersama demi sepakbola nasional.

Kedatangan delegasi FIFA dan AFC merupakan awal yang bagus untuk segera mengakhiri sanksi dan kembali mengulirkan kompetisi.

Karena sepakbola juga menyangkut hayat hidup banyak orang di Indonesia, selain prestasi sepakbola nasional,” kata mantan pemain Persiraja musim 1999-2002. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved