Tukang Terjepit 30 Keramik Raksasa di Masjid Lampriek Meninggal Dunia
Humas RSUZA, Rahmadi yang ditanyai Serambinews.com, tadi malam mengatakan korban sudah meninggal setiba di rumah sakit.
Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Yusmadi
Laporan Muhammad Hadi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tukang asal Taksikmalaya, Jawa Barat, Tatang yang terjepit 30 keramik marmer raksasa di Masjid Agung Al Makmur, Lampriet, Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (9/11/2015) akhirnya meninggal dunia setiba di RSUZA Banda Aceh.
Humas RSUZA, Rahmadi yang ditanyai Serambinews.com, tadi malam mengatakan korban sudah meninggal setiba di rumah sakit. Infomasi tersebut berasal dari dokter jaga saat Tatang dibawa ke rumah sakit.
“Ya korban sudah meninggal saat sampai di rumah sakit,” ujarnya. (Baca: BREAKING NEWS: Tukang Terjepit 30 Keramik Raksasa di Masjid Lampriek)
Rekan korban dari Tangerang, Laipan kepada Serambinews.com mengatakan, dalam kontainer ada 100 keramik. Sebagian diturunkan oleh lima orang di Masjid Lampriek, dan sisanya akan dibawa ke masjid lain.
Saat sebagian keramik berhasil diturunkan di teras masjid. Tiba-tiba keramik di kanan kontainer miring ke kiri. Kelima orang tersebut mencoba menahan dengan posisi Tatang di tengah.
Namun, tak sanggup hingga Tatang tak dapat keluar. "Kami sudah berusaha menahan tapi tak mampu," ujar Laipan yang terluka di lengannya. (Baca juga: Terjepit Keramik, Tatang Berteriak "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Tolong")
Menurut Laipan, keramik tersebut dari semula diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Sesampai di Sumut keramik tersebut dibawa dengan interkuler dalam kontainer.
Sedangkan ia dengan empat rekannya, Tatang, Narman dari Tangerang, Ruyat dari Tasikmalaya, dan Wawan dari Jakarta terbang dengan pesawat dari Jakarta ke Banda Aceh. "Ini baru yang pertama, karena sebelumnya tak pernah terjadi seperti ini," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tukang-terjepit_20151109_225521.jpg)