Selasa, 5 Mei 2026

Mapesa Berharap Bukit Lamreh Jadi Laboratorium Arkeologi

Permintaan itu disampaikan Ketua Mapesa Aceh menanggapi pelaksanaan seminar "Mewujudkan Lamuri Sebagai Situs Cagar Budaya" di Auditorium FKIP Unsyiah,

Tayang:
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Arkeolog dan pemerhati cagar budaya berbicara pada seminar Mewujudkan Lamuri sebagai Situs Cagar Budaya , di Auditorium FKIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis (13/11/2015). 

Laporan Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) meminta Disbudpar Aceh agar memperjuangkan kawasan Lamuri di Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sebagai Situs Sejarah Warisan Dunia.

"Mendaftarkan kawasan Lamuri sebagai situs dilindungi undang-undang merupakan hal yang mendesak dan mendasar untuk dilakukan dalam menyelamatkan situs Lamuri," kata Ketua Mapesa, Mizuar Mahdi dalam rilisnya kepada Serambinews.com, Kamis (12/11/2015).

Permintaan itu disampaikan Ketua Mapesa Aceh menanggapi pelaksanaan seminar "Mewujudkan Lamuri Sebagai Situs Cagar Budaya" di Auditorium FKIP Unsyiah, Kamis.

Seminar ini dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh bekerja sama dengan Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPISB) Universitas Syiah Kuala.

Seminar tersebut menghadirkan tiga pemateri; yaitu Prof Dato' Mokhtar bin Saidin, Pengarah Pusat Penyelidikan Global USM Malaysia, University Sains Malaysia (USM).

Dr Husaini Ibrahim MA, Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial dan Budaya (PPSIB) Unsyiah, dan Dra R Widiati M Hum, Kasubbid Pelestarian Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Rekomendasi seminar tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah agar kawasan Lamuri didaftarkan sebagai kawasan sejarah yang dilindungi oleh undang-undang.

Mizuar mengatakan, Pemerintah Aceh sedikit terlambat merespon penyelamatan Lamuri. Bahkan, dia menilai, seminar tersebut sudah tawar nilainya, karena banyaknya situs yang sudah hilang.

"Walaupun terlambat, Mapesa mengapresiasikan niat dan usaha baik dari Disbudpar Aceh ini. Namun perlu diingat, seminar ini bukan akhir dari proses. Masih banyak hal lain yang perlu dilakukan agar Kawasan Bukit Lamreh bisa menjadi Pusat Laboratorium Arkeologi dan Sejarah di Aceh," ujar Mizuar.

Menurut Mizuar, situs Lamuri merupakan titik penting dalam rangkaian sejarah Aceh yang harus dikembangkan, baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun pengembangan pariwisata di Aceh.

"Panorama alam yang eksotis menjadi nilai lebih bagi kawasan tersebut dijadikan destinasi baru wisata Aceh.Karena itu, Pemerintah Aceh harus berpikir, bagaimana kawasan Lamuri ini bisa menjadi lumbungnya PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi Aceh," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved