Banjir Terjang Pidie
Dua sungai besar di Kabupaten Pidie, Krueng Baro dan Krueng Tiro, meluap dan mengakibatkan banjir
Menurut Jakfar, aliran air sungai Keumala hingga Tangse dipantaunya juga cukup deras dikhawatirkan bisa terjadi banjir bandang. Jakfar sempat tertahan di Keumala tiga jam ingin menuju Tangse melihat kondisi daerah itu.
Hingga pukul 21.00 WIB malam tadi, ruas jalan Tangse ke Beureunuen masih putus akibat longsor. Air dari pegunungan juga mengikis badan jalan dan menggenangi perkampungan. “Kami sangat khawatir karena hujan masih deras,” ujar Razali, seorang warga Tangse melalui telepon kepada Serambi.
Danramil Tangse, Kapten Inf Bahagia mengatakan pihaknya terus memantau lokasi dengan membantu masyarakat mengatasi secara darurat. “Untuk saat ini laporan dihimpun titik banjir dan terjadi longsor adalah Gampong Geuni, Mampree, Blang Malo, Blang Bungong berada di Kecamatan Tangse. Selanjutnya sedang dihimpun laporan dari keuchik desa setempat,” ujarnya.
Lumpuh
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulanangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Effendi SSos kepada Serambi pukul 21.30 WIB, Minggu (29/11) menginformasi kembali bahwa jalan nasional (lintas Beureunuen-Meulaboh) masih putus di wilayah Ulee Gunong, Tangse.
“Titik longsor terus terjadi dan bertambah, meskipun pihak penanggulangan terus berjuang untuk mengatasi. Masyarakat sekarang cukup panik dan terus menelpon pihak BPBD. Tapi penanggulangannya tetap secara darurat dan satu per satu,” ujarnya.(aya/naz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kondisi-banjir-melanda-jalan-provinsi_20151130_093322.jpg)