puisi
Bersama din saja
kita terkadang ombak melekat pada daun daun. seperti embun embun birahi
Sajak-sajak
Hasbi Burman
Bersama din saja
kita terkadang ombak melekat pada
daun daun. seperti embun embun birahi.
sebelum sebuah percakapan yang
mustahil. tentang bulan selepas mimpi
kita baca persemedian di atas
rimbun bunga. bukan itu semua. bukan juga seperti seperti
sebuahperjalanan. dan pelabuhan itu adalah igau dalam risau
2015
Prinsip
setiap sehabis senja. ada pertarungan
pertarungan. piala siap diperebutkan. bukan sekeping hati yang
luka. bukan juga dendam antara kita. perebutan antara sesama. apa
sajalah. seperti habil dan kabil di belahan benua. selepas sebuah buah
ranum. bulan merayap rayap di gurun
2015
Percakapan
Selepas kita bercakap cakap. Engkau
mengulum angin. Aku menghadang ombak ombak. Kehidupan adalah nyanyian.
Waktu ke waktu kita tekuni. Antara bimbang dan kenyataan. Antara hati
dan pikiran. Bulan pecah. Engkau sebenarnya masa lalu.
Melepasankan kepompong waktu. Aku sedang bertarung di ujung waktu.
Bersama keluhan jiwa. Bersama kepompongmu.
2015
* Hasbi Burman, sebagai penyair dia dijuluki Presiden Rex