Ledakan Bom di Jakarta
Lima Polisi Luka Berat
SETIDAKNYA 24 orang menjadi korban aksi teror di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta
SETIDAKNYA 24 orang menjadi korban aksi teror di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta. Sebanyak tujuh orang di antara tewas, termasuk lima orang teroris.
“Dari hasil identifikasi secara keseluruhan, akibat peristiwa ini sementara ada 16 korban,” kata Wakil Kepala Polri (Wakapolri), Komjen Pol Budi Gunawan di kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1).
Budi menyebutkan masyarakat sipil paling banyak jadi korban. “Dari polisi ada lima orang luka berat, sedang pihak teroris tewas lima orang,” katanya.
Namun Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes M Iqbal, menyebut jumlah korban mencapai 24 orang, baik yang tewas maupun luka. Sama dengan Wakapolri M Iqbal menyebut tujuh orang di antaranya tewas. Iqbal juga menyebut pelaku yang tewas berjumlah lima orang.
“Satu korban tewas adalah warga negara Indonesia, seorang lagi warga negara asing,” kata Kombes M Iqbal. Sedang korban luka yaitu 5 petugas polisi dan 12 warga sipil.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengungkapkan terdapat tiga bom yang meledak di sekitar Sarinah, dua di antaranya merupakan bom bunuh diri. Sebuah bom bunuh diri meledak di dekat kedai kopi Stabucks .
Kepala BIN ini mencurigai ISIS ada di balik aksi teror yang mengguncang ibu kota. “Sangat mungkin ini berasal dari kelompok ISIS. Tapi kita perlu waktu untuk menginvestigasi lebih lanjut,” ujar Sutiyoso.
Sutiyoso yang mengenakan pakaian batik lengan panjang, tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 12.00 WIB. Didampingi beberapa orang dan polisi, Sutiyoso berjalan di Jalan MH Thamrin menuju lokasi setelah dilakukan sterilisasi.
Tewasnya empat teroris juga diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes M Iqbal. “Pelaku teror berjumlah 4 orang telah dilumpuhkan. Mereka tewas di tempat. Tidak ada lagi pelaku di lokasi,” tegasnya.
Iqbal membantah masih ada dua pelaku yang melarikan diri ke gedung Skyline, yang berlokasi di dekat Sarinah. Untuk memastikan lokasi sekitar pengeboman steril, ratusan polisi melakukan penyisiran secara cermat.
Sebelumnya muncul kabar dua teroris bersembunyi di atap gedung Skyline, seberang Sarinah. Mereka diduga membawa senjata api dan menembaki orang yang berada di dekat pos polisi setelah terjadi ledakan..
“Pelaku ada yang lari ke gedung. Skyline. Katanya menyandera karyawan,” tutur Wati, karyawan di sekitar gedung Skyline. Polisi bersenjata lengkap sempat mengepung gedung Skyline.
Polisi juga menyisir gedung Cakrawala, di depan Sarinah. Penyisiran dilakukan karena ada seorang teroris terlihat berlari masuk ke dalam gedung itu.
Pantauan Tribunnews terdapat ceceran darah dari pos polisi menuju Menara Thamrin. Ceceran darah tersebut tampak seperti Bekas Jari kelingking sebelah kanan.
Telapak darah tersebut sudah dilingkari pihak kepolisan menggunakan kapur berwarna putih. Antara Bekas darah tersebut berjarak kurang lebih tiga jengkal telapak tangan.
Pihak kepolisian belum bisa memastikan Bekas darah tersebut milik siapa. Hanya saja berdasarkan informasi yang dihimpun bekas darah tersebut merupakan milik korban yang berada di sekitar lokasi pos polisi. Seorang wanita paruh baya berkerudung terkena sasaran ledakan dan berlari ke arah Menara Thamrin.
“Itu bekas darah ibu-ibu pakai baju warna hitam yang dekat pos polisi. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” ujar seorang Satpam Menara Thamrin.
Dalam penyisiran, polisi mencurigai sebbuah mobil Daihatsu Grand Max yang diparkir di samping Menara Thamrin. Pasalnya mobil tersebut terparkir sejak pagi kurang lebih 200 meter dari pos polisi yang jadi sasaran ledakan.
Seorang tim penjinak bom berpakaian lengkap tampak mengelilingi mobil tersebut. Satu per satu mobil dibuka, dan kolong mobil diperiksa alat pemindai. Berdasarkan keteragan warga setempat, mobil tersebut terparkir sejak pukul 08.00 WIB.
Menurutnya seorang pria turun dari mobil tersebut dan menuju gedung Djakarta Theater. Tim jihandak kemudian melakukan pemeriksaan detil mobil B 2743 PZ. (tirbunnews/tim)