Jumat, 15 Mei 2026

Pemugaran Makam Teuku Umar Butuh Rp 27 M

Pemugaran makam pahlawan nasional asal Aceh, Teuku Umar di Mugo Rayeuk, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat

Tayang:
Editor: bakri
Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah menabur bunga pada ziarah makam pahlawan nasional, Teuku Umar di Mugo Rayeuk, Kecamatan Panton Reu pada peringatan 117 tahun gugur pahlawan asal Aceh tersebut, Kamis (11/2). 

MEULABOH-Pemugaran makam pahlawan nasional asal Aceh, Teuku Umar di Mugo Rayeuk, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, membutuhkan dana sebesar Rp 27 miliar. Desain pemugaraan kompleks makam tersebeu sudah disiapkan, berikut detail anggarannya.

“Saat ini sudah kita usulkan anggaran ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama desainnya,” kata Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah kepada Serambi, Kamis (11/2) di sela peringatan 117 tahun gugurnya Teuku Umar di Mugo.

Menurut bupati, usulan pemugaran dilakukan ke pusat untuk pembangunan menyeluruh di lokasi makam, sehingga ke depan lokasi tersebut dapat lebih baik lagi dari kondisi saat ini.

Demikian juga laporan dari Kemendikbud dana pemugaran akan dibantu bertahap yang masuk melalui dana APBN-P 2016 ini. “Kita berharap apa yang kita usulkan mendapat perhatian dari pusat. Apalagi ini merupakan makam pahlawan nasional,” katanya.

Diakuinya, dana pemugaraan yang selama ini hanya dari daerah sangat terbatas, sehingga makam tersebut menjadi tangung jawab bersama, karena merupakan pahlawan nasional. Pemugaran ke depan dilakukan dengan membangun sejumlah fasilitas di lokasi makam, sehingga akan memudahkan bagi warga berziarah.

Sementara itu, puncak peringatan 117 tahun gugurnya Teuku Umar di Mugo Rayeuk berlangsung khidmat dan meriah. Inspektur upacara Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma, dihadiri Bupati HT Alaidinsyah, Kasrem 012/TU, Letkol Inf Puguh Suwito, Kajari Ahmad Sahruddin, Wakapolres, pejabat lingkup Pemkab serta TNI, Polri, dan tokoh masyarakat lainnya.

Turut pula dihadiri komunitas adat dari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu komunitas adat Sumedang menanam pohon di kompleks makam Teuku Umar, yang sengaja dibawanya dari lokasi makam pahlawan nasional asal Aceh, Tjut Nyak Dhien.

Demikian juga Bupati Alaidinsyah menyerahkan pohon kepada komunitas adat Sumedang yang juga akan dibawa ke kompleks makam Tjut Nyak Dhien. Pada akhir acara diserahkan peraih juara napak tilas serta kenduri rakyat.

Komunitas adat dari Sumedang, Dr Kamal A Arif kepada Serambi di sela peringatan gugur Teuku Umar mengatakan, masyarakat Sumedang setiap tanggal 8 Nopember selalu memperingati gugurnya pahlawan nasional, Tjut Nyak Dhien. Bersama 20 masyarakat Sumedang sengaja datang ke Meulaboh untuk menjalin siturahmi, sehingga semangat Tjut Nyak Dhien dan Teuku Umar menjadi satu.

“Segaja kami datang bawa pohon dari sana. Begitu juga pohon dari sini kami tanam di sana. Di sini kita minum kopi di sana kita makan tahu,” ujar Kamal Aarief.

Kadis Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Barat, T Novizar SE mengatakan, untuk napak tilas diikuti 24 regu dan total hadiah napak tilas Rp 57 juta dengan menempuh rute 42 kilometer. Selain lomba napak tilas memperingati 117 tahun gugur Teuku Umar juga digelar lomba baca puisi dan lagu perjuangan yang hadiahnya sudah diserahkan beberapa hari lalu.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved