Elpiji 3 Kg Masih Banyak Diselewengkan

Wakil Ketua II DPRA, Irwan Johan mengatakan pihak pangkalan diduga masih banyak menyelewengkan penyaluran

* Empat Pangkalan Dibekukan

BANDA ACEH - Wakil Ketua II DPRA, Irwan Johan mengatakan pihak pangkalan diduga masih banyak menyelewengkan penyaluran elpiji 3 kilogram (Kg) subsidi pemerintah. Elpiji yang semestinya sesuai harga eceran tertinggi (HET) kepada masyarakat miskin dan pedagang kecil Rp 16 ribu/tabung, tapi dijual ke kios di atas harga tersebut dan ketika masyarakat membeli di kios harganya sudah mencapai Rp 30 ribu/tabung.

Irwan menyampaikan hal ini kepada wartawan, Selasa (16/2), seusai dirinya bersama Sekretaris Komisi II DPRA, Muhammad Amru dan anggota, Kartini memantau ke sejumlah agen dan pangkalan elpiji 3 kg di Banda Aceh. Menurut Irwan, pamantauan ini menanggapi keluhan ibu rumah tangga dan pengusaha mikro yang mengaku hingga kini masih susah mendapatkan elpiji 3 Kg dengan harga Rp 16.000/tabung. “Perbuatan pihak pangkalan menjual elpiji subsidi itu di atas HET melanggar kontrak yang sudah ditandatanganinya dengan agen penyalur,” kata Irwan.

Dia menyebutkan sesuai pengakuan penanggungjawab penyalur elpiji 3 Kg dari PT Mita Alam Jaya, Muslim bahwa pada 2015, dari 47 pangkalan di Banda Aceh, empat di antaranya sudah ditutup atau dibekukan karena menjual elpiji tabung isi 3 kg di atas HET. “Keempat pangkalan elpiji yang sudah ditutup itu, yakni di Batoh, Ie Masen, Lamtemen Timur, dan Lampulo,” kata Irwan mengutip keterangan Muslim.

Saat melakukan pemantauan tersebut, penjualan elpiji 3 kg jauh di atas HET juga didengar langsung para anggota DPRA ini dari Heri, pedagang mi di Lamlagang. Dia mengaku elpiji tersebut dibelinya Rp 30 ribu/tabung dari pedagang yang membawa dengan becak mesin. Pasalnya, pedagang ini mengaku tak mendapat elpiji harga subsidi di pangkalan karena masih ber-KTP luar Banda Aceh tepatnya dari Pidie.

Sedangkan seorang ibu rumah tangga mengaku sebagai buruh cuci, kepada para anggota dewan tersebut menyatakan meski dirinya tercatat sebagai

penerima elpiji 3 kg di kampungnya, tapi ia jarang bisa mendapatkannya karena selalu habis di pangkalan dan dia terpaksa membeli dengan harga di atas HET di toko kelontong.

Sementara itu, penanggungjawab penyalur elpiji 3 Kg dari PT Mita Alam Jaya, Muslim mengatakan penyaluran elpiji 3 kg tak cukup karena pemakainya terus meningkat. Karena itu, menurutnya masih perlu tambahan kuota elpiji 3 kg di Banda Aceh 20 persen dari yang sudah diberikan selama ini.

Menanggapi keluhan sulitnya mendapat elpiji 3 kg sesuai HET serta masih perlu tambahan elpiji tersebut di Banda Aceh, Wakil Ketua DPRA, Irwan Johan mengatakan akan menyampaikan hal ini dalam rapat dengan pihak Pertamina, Pemerintah Aceh, dan Disperindag Aceh di Gedung DPRA, Jumat (19/2) pukul 14.30 WIB.

Namun, khusus untuk menekan penyimpangan dalam penyaluran ini, Irwan mengatakan harus ada razia intensif Pemkab/Pemko di Aceh dengan melibatkan polisi. Hal sama disampaikan Sekretaris Komisi II, Muhammad Amru dan Anggota Komisi II, Kartini. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved