Rabu, 8 April 2026

Harga Plastik Terus Naik, Diperkirakan Bertahan hingga Satu Tahun

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut memperburuk kondisi karena meningkatkan biaya impor bahan baku.

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com
Harga plastik di pasar tradisional terus melonjak setiap harinya. Senin, (6/4/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga plastik yang mulai terasa sejak awal Ramadan 2026 masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
  • Bahkan, kondisi ini diprediksi akan berlangsung cukup lama, bisa mencapai beberapa bulan hingga satu tahun ke depan.
  • Lonjakan harga tersebut dipicu oleh berbagai faktor global, mulai dari terganggunya rantai pasok, konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor.

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kenaikan harga plastik yang mulai terasa sejak awal Ramadan 2026 masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Bahkan, kondisi ini diprediksi akan berlangsung cukup lama, bisa mencapai beberapa bulan hingga satu tahun ke depan.

Lonjakan harga tersebut dipicu oleh berbagai faktor global, mulai dari terganggunya rantai pasok, konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor.

Situasi ini mulai memberi tekanan besar, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berpotensi mendorong kenaikan harga barang konsumsi.

Sejumlah pedagang mengaku harga plastik sudah meningkat sejak awal Ramadan dan terus merangkak naik setiap hari.

Salah satu pedagang di Jakarta Utara menyebut kenaikan terjadi setelah periode awal puasa, dan hingga kini belum ada tanda penurunan.

Ia mengaitkan kondisi ini dengan belum normalnya distribusi minyak dunia, yang menjadi bahan dasar plastik.

Para ahli menilai kondisi ini bukan sekadar kenaikan sementara.

Gangguan produksi dan distribusi akibat konflik global, terutama di kawasan penghasil minyak, membuat pasokan bahan baku seperti nafta ikut terdampak.

Akibatnya, harga plastik ikut terdorong naik secara signifikan.

Data menunjukkan harga nafta global meningkat hingga 40–45 persen dalam waktu singkat, yang kemudian mendorong harga plastik kemasan naik sekitar 30–50 persen, khususnya di sektor makanan dan minuman.

Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut memperburuk kondisi karena meningkatkan biaya impor bahan baku.

Ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik yang mencapai 50–60 persen juga menjadi faktor utama yang membuat harga domestik sangat rentan terhadap gejolak global.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved