Sebuah Cerita dari SMA Modal Bangsa
ITULAH bait pembuka tembang lawas Peterpan lewat lengkingan serak vokalisnya Ariel
Waktu terasa makin berlalu Tinggalkan cerita tentang kita Akan tiada lagi kini tawamu Tuk hapuskan semua sepi di hati
ITULAH bait pembuka tembang lawas Peterpan lewat lengkingan serak vokalisnya Ariel, yang tiba-tiba menyeruak di ruangan Aula SMA Modal Bangsa (Mosa), Aceh Besar, sejenak prosesi formal dalam acara berbalut haru biru, pelepasan siswa SMA Mosa Angkatan 20, Rabu (13/4).
Tiba-tiba siswa dan siswi yang baru sehari sebelumnya menyelsaikan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), larut dalam saling rangkul dengan air mata yang membuncah. Suasana makin terasa menyesakkan ketika secara koor para remaja yang sedang menjalani detik-detik terakhir setelah berkumpul selama tiga tahun untuk kelas reguler dan dua tahun untuk kelas akselerasi.
Seakan tak mau saling melepaskan rangkulan dengan air mata yang membulir di pelupuk, remaja itu pun bernyanyi bersama lewat refrain lagu dengan titel Semua Tentang Kita, milik Peterpan yang kini berevolusi lewat NOAH itu.
Ada cerita tentang aku dan dia Dari kita bersama sama dahulu kala Ada cerita tentang masa yang indah Saat kita berduka saat kita tertawa Teringat saat kita tertawa bersama Ceritakan semua tentang kita Prosesi perpisahan SMA Mosa itu seakan mensahihkan jika sekolah dengan tradisi boarding school (berasrama) itu adalah sebuah keluarga besar yang tak terpisahkan, seperti dikatakan Kepala Sekolah SMA Modal Bangsa, Dr Anwar MEd, dalam sambutan singkatnya.
Rasa kekeluargaan itu dibuktikan dengan hadirnya para mantan kepala sekolah, pengurus dan mantan pengurus Komite Sekolah, serta undangan lainnya, termasuk orang tua pelajar.
Tangkaian acara perpisahan khas SMA Modal Bangsa itu diawali dengan parade drumband yang menjemput siswa/siswi yang akan dilepaskan bersama orang tua pendamping dari luar pekaranan sekolah. Rombongan itu disambut dengan atraksi drimband para pelajar.
Semua acara dirangkai oleh para siswa adik kelas untuk para seniornya. Sebuah kejutan kecil terjadi saat penari saman menjemput salah seorang kaka kelas dengan memberikan kostum tarian saman, dan para remaja itupun menggebrak pentas dengan gerakan sangat dinamis.
Prosesi perpisahan yang mengharubiru itu diakhiri dengan santapan siang bersama. Sebagai salah satu sekolah menengah yang terdepan di Aceh, SMA Modal Bangsa memang punya tradisi ritual perpisahan yang seakan ingin saling merangkai asa dalam cerita semua tentang kita.(nur)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/siswa-dan-siswi-sma-modal-bangsa-aceh-besar-saling_20160414_084823.jpg)