Rabu, 8 April 2026

Citizen Reporter

Transportasi Ramah Lingkungan di Malaysia

KALAU Anda berkunjung ke Malaysia, khususnya ke Kuala Lumpur, banyak kemudahan yang kita

Editor: bakri
NASRUL HADI 

OLEH NASRUL HADI, aktivis Sobat Bumi Aceh dan HMI Cabang Banda Aceh, melaporkan dari Kuala Lumpur, Malaysia

KALAU Anda berkunjung ke Malaysia, khususnya ke Kuala Lumpur, banyak kemudahan yang kita dapatkan. Salah satunya adalah transportasi umum yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Itulah yang saya dapatkan saat berkunjung ke Kuala Lumpur, Sabtu lalu.

Setiba di Kuala Lumpur International Air Port (KLIA 2) sekitar pukul 11.00 waktu Malaysia, saya bersama keluarga langsung membeli tiket bus menuju KL Sentral. Bus yang saya tumpangi dari bandara ini memang seperti bus pada umumnya di Indonesia. Namun, ada hal menarik dengan layanan pemesanan tiket dan pelayanan awak bus. Mereka ramah, bersih, dan mengutamakan kenyamanan penumpang hingga tiba di KL Sentral.

KL Sentral adalah statiun kereta api sentral di Kuala Lumpur yang juga menjadi statiun kereta api terbesar di Asia Tenggara. Statiun ini memiliki beberapa model transportasi berbasis rel seperti KL Monorail, LRT (Light Rapid Transit), KTM Komuter, dan KLIA Ekspres/KLIA Transit. Keempat jenis tersebut dikenal sebagai sistem bernama Klang Valley Integrated Rail Transit.

Setiba di KL Sentral, saya pilih untuk naik KL Monorail menuju Chow Kit yang merupakan tujuan kunjungan (destinasi). Untuk bisa naik monorail, tiket dapat dibeli di vending machine, mesin otomatis tanpa operator. Penumpang bisa langsung memilih stasiun tujuan, lalu akan ditampilkan nominal yang harus dibayar. Masukkan uang ke mesin, akan ke luar kembalian (jika ada) dan sebuah tiket berbetuk koin berwarna biru.

Kemudian kita tap koin tersebut pada entry gate untuk bisa masuk ke monorail. Sesampai di stasiun tujuan, koinnya dimasukkan dalam slot exit gate supaya kita bisa ke luar. Sangat nyaman rasanya saat kita tumpangi monorail. Bagaimana tidak, desain tempat duduk yang nyaman ditambahkan tempat duduk khusus ibu hamil, penyandang cacat, dan orang tua, sehingga mereka pun bisa merasa nyaman dan aman. Juga ada pegangan (alternatif) bagi penumpang yang berdiri. Selain itu, kebersihan monorail pun juga tidak bisa diragukan, tidak ada satu pun sampah yang saya dapatkan ketika itu.

Terakhir, kecepatannya yang tinggi dan banyaknya stasiun tempat singgahan menjadi nilai tambah bagi masyarakat sebagai solusi transportasi bebas macet.

Selama di Kuala Lumpur saya juga menyempatkan diri naik bus Go KL. Saya berangkat dari Chow Kit menuju Dataran Merdeka. Bus Go KL adalah tranportasi umum gratis yang disediakan Kerajaan Malaysia untuk masyarakat dan wisatawan asing. Bus yang memiliki tagline “saves money, convenient, and eco-friendly” ini memberikan banyak fasilitas bagi penumpang. Fasilitas bisa didapatkan seperti Wifi gratis tanpa password.

Bus ini memiliki beberapa rute yang dilalui seperti area pusat kota, pusat bisnis, dan landmark menarik di Kuala Lumpur.

Ada empat jalur yang dilalui Bus Go KL, yaitu jalur merah (go relax), jalur ini melewati beberapa penginapan dan hotel. Kedua, jalur biru (go work), yaitu jalur yang melewati banyak perkantoran utama di Kuala Lumpur. Ketiga, jalur hijau (go shopping), jalur ini melewati area Bukit Bintang dan beberapa pusat belanja modern lainnya. Keempat, jalur ungu (go sightsee), jalur ini melewati KL Tower, Dataran Merdeka, Pasar Seni, dan sejumlah landmark lainnya, sehingga sangat cocok bagi wisatawan.

Seperti yang tertulis di halte, jadwal operasi bus Go KL pada hari biasa mulai pukul 6 pagi sampai dengan pukul 11 malam. Sedangkan pada akhir pekan bus mulai beroperasi pukul 7 pagi.

Kaca bus Go KL yang lebar menjadi nilai tambah bagi pelancong. Di perjalanan kita bisa menikmati pesona kota yang indah. Bus ini juga tak ada tempat pemberhentian terakhir, karena sistem operasinya memutar (loop), sehingga kita bisa keliling dan menikmati kota dari dalam bus.

Selain bus Go KL juga ada bus lain yang bisa kita tumpangi, tapi berbayar. Namun, kenyamanan dan kebersihannya juga tidak kalah dari bus Go KL. Setidaknya itulah kemudahan transportasi umum yang bisa kita dapatkan di Kuala Lumpur. Baik transportasi berbasis rel maupun bus, keduanya memiliki kenyamanan bagi penumpang. Mudah dan murah pun menjadi magnet bagi penumpang. Namun, yang terpenting adalah transportasi umum tersebut adalah wujud dari sikap Kerajaan Malaysia yang peduli terhadap lingkungan.

Dengan adanya tranportasi umum, sudah mengurangi penggunaan transportasi pribadi yang menyebabkan macet dan polusi udara. Semoga Pemerintah Aceh juga bisa menerapkan kebijakan ini dengan dana otonomi khusus dan sumber dana lain yang melimpah. Amin.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved