Jumat, 15 Mei 2026

Waduk Keliling di Lhokseumawe, Pesonanya Juara

Jika sedianya waduk merupakan tempat penampungan air, namun di Kota Lhokseumawe waduk malah lebih populer sebagai tempat pelesiran.

Tayang:
Penulis: Nurul Hayati | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/NURUL HAYATI

Laporan Nurul Hayati | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Membentang seluas 60 hektare (Ha), Waduk Pusong menjelma menjadi objek wisata.

Jika sedianya waduk merupakan tempat penampungan air, namun di Kota Lhokseumawe waduk malah lebih populer sebagai tempat pelesiran.

Jika malam tiba, maka kita akan mendapati kawasan tersebut bermandikan cahaya.

Sebaliknya jika sore hari, semburat rona jingga membayang memantulkan keelokan kota yang diapit pantai tersebut.

Lhokseumawe, kota yang berasal dari kata ‘Lhok’ yang artinya dalam, teluk, palung laut, dan ‘Seumawe’ yang berarti air yang berputar -putar atau pusat mata air pada laut.

Keramba-keramba ikan milik petani setempat menyempil di sudut-sudut waduk.

Di tengahnya, terdapat gugusan bakau menancap di daratan yang menyerupai pulau kecil.

Dari kejauhan, tampak gedung Islamic Center berdiri anggun di jantung kota.

Dari sini pengunjung juga bisa melepas pandang menatap Pantai Pusong yang dikenal sebagai kampung nelayan.

Sesekali burung bangau terbang mengepakkan sayap mengitari waduk yang belum lagi genap berumur satu dekade itu.

Pagi atau sore hari adalah saat yang paling tepat untuk berkunjung.

Meskipun hawa Lhokseumawe terbilang panas, namun semilir angin yang yang dihembuskan dari balik pohon dan ilalang sedikit meredam garangnya matahari.

Menyusuri waduk Pusong atau yang juga dikenal dengan nama waduk keliling bisa dengan berjalan santai atau bersepeda ria.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved