Minggu, 12 April 2026

Ini Cabup/Cawabup PA

Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) telah menetapkan calon bupati/calon wakil bupati

Editor: bakri

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA) telah menetapkan calon bupati/calon wakil bupati (cabup/cawabup) dan calon wali kota/calon wakil wali kota (cawalko/cawawalko) yang akan bertarung di Pilkada 2017. Untuk tingkat provinsi, PA menetapkan pasangan Muzakir Manaf dan TA Khalid sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh.

Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), Muzakir Manaf, Senin (18/7) malam mengatakan, pihaknya sudah menetapkan pasangan cabup/cawabup dan cawalko/cawawalko dari PA di hampir semua kabupaten/kota. Dari semua kabupaten/kota tersebut, sebagiannya sudah ada pasangan calon dan beberapa baru calon bupati/wali kota saja.

Dari sejumlah nama yang disebutkan, ada satu kejutan, yakni tidak adanya nama Ruslan M Daud dalam daftar bakal calon bupati yang akan diusung PA. Posisi Ruslan yang sebelumnya disebut-sebut akan dimajukan kembali sebagai cabup Bireuen, digantikan oleh Khalili. “Yang beda sedikit di Bireuen, kita mengusung Khalili,” ungkap Mualem.

Sementara untuk Aceh Besar, Mualem menyebut nama Saifuddin Yahya (Pak Cek) sebagai bakal cabup berpasangan dengan Juanda Djamal. Hal ini berbeda dengan pernyataan Mualem sebelumnya yang sempat menyodorkan nama kader PKS Aceh Besar, Tgk Irawan Abdullah untuk mendampingi Pak Cek. (Lihat infografis balon bupati/wali kota dari PA).

Juru Bicara DPA-PA, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, Selasa (19/7) menegaskan kembali bahwa penetapan calon kandidat dari PA sudah final. Penetapan ini, kata Adi merupakan keputusan dari formatur pemilihan bakal calon bentukan DPA-PA.

“Keputusan ini sudah mengikat. Harus diterima semua. Bila ada penolakan itu hanya sebatas dinamika politik, semua ada pro dan kontra. Jangankan kita partai lokal, partai nasional saja yang mempunyai profesor dan doktor juga mengalami pro kontra yang luar biasa. Apalagi kita partai lokal yang masih berusia delapan tahun,” katanya.

Adi Laweung menambahkan, dalam pilkada kali ini PA juga membuka diri dengan berkoalisi dengan partai nasional. Selain adanya koalisi dengan partai lain, kata Adi Laweung, PA juga menggandeng calon dari nonpartai seperti dari birokrat dan mantan aktivis. “Dengan hadirnya mereka bisa mewarnai pasangan yang kita usung,” ujarnya.

Dia menyebutkan, koalisi ini terjadi di beberapa daerah seperti di Aceh Tamiang antara PA dengan Partai Golkar, di Nagan Raya antara Partai Demokrat dengan PA, di Bener Meriah antara Gerindra dengan PA, dan di Aceh Tenggara antara PA dengan Partai Golkar.

Selain itu, PA juga menggandeng calon dari birokrasi seperti calon wakil bupati Aceh Barat Banta Puteh Syam, Kota Sabang Suradji Junus, dan Aceh Jaya TB Irffan yang sebelumnya sebagai mantan sekda. Sedangkan di Aceh Besar, PA mengambil mantan aktivis Juanda Djamal sebagai pendamping Pak Cek.

“Jadi, PA terbuka untuk seluruh rakyat Aceh yang ingin mengekspresikan politiknya dan membangun Aceh melalui partai politik. Mari kita bergandengan tangan untuk mencapai kesejahteraan, mampu memberantas kemiskinan, dan membawa rakyat Aceh pada kehidupan yang selayaknya,” demikian Adi Laweung.(mas)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved