Minggu, 19 April 2026

Polisi Sebut Penyerangan di Gereja Bermotif Pembunuhan Pastor

Usai berdialog dengan sejumlah saksi, ia mengatakan bahwa IAH berpura-pura masuk dan ikut kebaktian di Gereja Stasi Santo Yosep.

Editor: Fatimah
DOKUMENTASI HUMAS POLDA SUMUT
Barang bukti yang ditemukan dari pelaku teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Minggu (28/8/2016). 

SERAMBINEWS.COM - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menyatakan pelaku penyerangan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, IAH (18) adalah membunuh Pastor Albret S. Pandiangan.

"Jadi, motifnya ada seseorang yang berusaha membunuh pastor," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Nur Falah, di Medan, Minggu (28/8/2016).

Usai berdialog dengan sejumlah saksi, ia mengatakan bahwa IAH berpura-pura masuk dan ikut kebaktian di Gereja Stasi Santo Yosep.

Ketika Pastor Albret S. Pandiangan akan memberikan kotbah, pelaku mengejarnya hingga ke mimbar gereja. IAH berupaya melukai pastor tersebut dengan pisau yang dibawanya, tetapi hanya terkena di bagian tangan.

Pelaku juga membawa sebuah tas yang berisi benda yang diduga bom, tetapi tidak meledak. Tas tersebut hanya mengeluarkan api dan asap.

Para jemaat langsung mengejar dan mengamankan IAH. Setelah itu, sejumlah jemaat gereja tersebut menghubungi pihak kepolisian yang menurunkan tim penjinak bahan peledak dari Satuan Brimob Polda Sumut.

Pihak kepolisian masih terus mempelajari dan mendalami motif pelaku sehingga berupaya menyerang pastor di gereja katolik tersebut.

"Masih diselidiki, memang ada kabel, tetapi belum bisa dikonfirmasi karena masih dalam penyelidikan," ucap dia.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved