Galus Siapkan Tari Saman Massal
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues (Galus) mulai mempersiapkan pagelaran kolosal, tari Saman massal pada 24 November 2016
* Melibatkan 10.001 Penari
BLANGKEJEREN - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues (Galus) mulai mempersiapkan pagelaran kolosal, tari Saman massal pada 24 November 2016. Kegiatan itu akan melibatkan 10.001 penari yang bertambah hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2014 sebanyak 5.057 orang yang langsung mendapat rekor MURI.
Aksi para penari Saman profesional di Pepantaran Pendopo Bupati direkam untuk diperbanyak dalam bentuk VCD (videio compact disk) sebelum dibagikan ke group tari Saman yang tersebar di seluruh desa. Aksi penari Saman di pinggir Sungai Agusen, Blangkejeren juga disaksikan Bupati Ibnu Hasim bersama Kadis Pariwisata dan Kadis Dikbud dan panitia, Jumat (23/9).
Ibnu Hasim menyatakan pagelaran kolosal tari Saman dilaksanakan di Stadion Seribu Bukit Blangkejeren pada Kamis (24/11/) dengan jumlah penari 10.001 orang. “Tari Saman massal telah menjadi agenda tetap Pemkab Galus yang digelar dua tahun sekali dan diharapkan mampu menarik para wisatawan,” jelasnya.
Dikatakan, tari Saman sudah membudaya di Negeri Seribu Bukit dan telah diakui badan PBB, UNESCO sebagai warisan dunia tak benda. Bahkan, sebutnya,tari Saman telah menjadi salah satu mata pelajaran SD melalui muatan lokal, sehingga anak-anak Sekolah Dasar (SD) sudah mampu menampilkan tari Saman di tempat-tempat umum.
Sementara itu, Kadis Pariwisata Galus, Syafruddin SSos mengatakan peserta tari Saman massal melibatkan pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat, selain pemuda dari masing-masing kampung yang tersebar di 144 desa dalam 11 kecamatan.
“Panitia terus berupaya mempromosikan keluar daerah tentang jadwal pelaksanaan tari saman massal yang akan di gelar pada 24 November,” sebut Kadis Parisiwata didampingi panitia. Dia mengatakan penampilan tari saman yang melibatkan 10.001 penari akan dihadiri Presiden RI dan Gubernur Aceh.
Sebelumnya, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menetapkan pergeleran tari saman massal di Stadion Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Lues (Galus), Senin, 24 November 2014 sebagai ‘Sejarah Superlatif Rekor Dunia.’
Kegiatan kolosal yang diikuti 5.057 penari atau melebihi dari perkiraan sebelumnya sebanyak 5.005 orang tersebut juga ditandai dengan penyerahan duplikat sertifikat dari Unesco, yaitu pengakuan dari lembaga resmi PBB terhadap keaslian, keunikan, dan nilai-nilai sejarah di dalam tari saman itu sendiri.
“Pengakuan dari Unesco (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang secara resmi menyatakan tari saman merupakan warisan budaya asli dari Tanah Gayo, adalah suatu hal yang istimewa dan sangat membanggakan,” begitu pernyataan Wagub Aceh, Muzakir Manaf dalam sambutannya ketika membuka pergelaran tari saman massal di Stadion Seribu Bukit, Galus, sekitar pukul 11.00 WIB, Senin (24/11/2014).(c40)
rencana kegiatan
* Melibatkan 10.001 penari
* Seluruh desa atau 144 desa
* Tersebar di 11 kecamatan
* Acara 24 November 2016
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tari-saman2_20150420_203523.jpg)