Ibu Melahirkan Tidur di Gudang RS
Nurmala Hayati (28), ibu yang baru melahirkan tiga hari ditempatkan di sebuah gudang ruang
CALANG - Nurmala Hayati (28), ibu yang baru melahirkan tiga hari ditempatkan di sebuah gudang ruang bersalin RSUD Teuku Umar Calang. Nurmala berada di RSUD tersebut setelah anaknya yang baru tiga hari lahir dirujuk oleh Puskesmas Lhok Kruet ke RSUD Teuku Umar Calang untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Saat berada di gudang ruang bersalin itu, ia ditemani ibu mertua sambil menunggu bayinya dapat dibawa pulang kembali ke rumah. Bayi tersebut sudah dua hari berada di ruang bersalin untuk mendapat perawatan.
“Keluarga saya memang bukan orang kaya, tapi saat adik saya diperlakukan seperti ini hati saya sangat terpukul. Rumah sakit yang begitu luas tetapi gudang yang diberikan untuk tempat tudur, para petugas tak punya perasaan,” ucap Musliadi Z, Ketua DPRK Aceh Jaya kepada Serambi, Senin (24/10). Ia juga tampak menangis saat menemui langsung adik sepupunya itu yang ditempatkan di gudang rumah sakit pascamelahirkan. Menurut Musliadi tak seharusnya pihak rumah sakit memberi pelayanan kepada ibu baru malahirkan tidur di gudang meskipun ia bukan pasien.
Akan tetapi, kata Musliadi, sebagai rasa kemanusiaan terhadap kondisi wanita yang baru melahirkan seharusnya hal itu tidak terjadi. Ia juga sangat menyesalkan atas pelayanan rumah sakit yang selama ini pihaknya di DPRK ikut berjuang untuk peningkatan pelayanan maksimal kepada pasien.
“Hari ini keluarga saya yang mendapatkan pelayanan buruk, lantas bagaimana dengan warga lainnya, mungkin lebih buruk lagi. Saya tetap berharap agar ke depan pelayanannya bisa lebih baik, dan saya berharap agar pihak terkait untuk menindak petugas yang melakukan tindakan ini,” kata Musliazi Z.
Kadis Kesehatan Aceh Jaya Ns Ernani Wijaya kepada Serambi, Selasa (25/10) mengatakan, ibu bayi tersebut bukanlah pasien rumah sakit, akan tetapi yang menjadi pasien adalah bayinya. “Bukan petugas yang menempatkan ibu bayi tersebut di gudang. Akan tetapi yang bersangkutan sendiri yang tidur di sana. Kita tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua masyarakat Aceh Jaya,” jelas Ernani Wijaya.
Ia menambahkan pada hari itu semua ruangan penuh dengan pasien dan tak ada tempat yang kosong. Sedangkan ibu bayi itu sebelumnya dirawat di Puskesmas Lhok Kruet. “Atas permintaannya sendiri pergi ke rumah sakit untuk melihat anaknya dan tak mungkin tidur dalam ruang perawatan bayi,” ujar Ernani.
Direktur RSUD Teuku Umar Aceh Jaya dr Suriadi Jauhari kepada Serambi, Senin (24/10) ikut menyesalkan tindakan petugas yang menempatkan ibu baru melahir di gudang ruang bersalin rumah sakit itu.
“Ini ada oknum yang bermain untuk merusak citra rumah sakit. Saya lagi mencari oknum tersebut, sebab dari kita tak ada niat sama sekali untuk mempatkan ibu itu di dalam gudang,” ujarnya kepada sejumlah wartawan beberapa saat setelah kejadian. dr Suriadi yang datang langsung ke rumah sakit setelah mendengar kejadian tersebut, juga langsung meminta petugas memindahkan ibu tersebut ke ruangan lain yang layak untuk ibu baru melahirkan.
“Saya selaku pimpinan mempercayai penuh kepada petugas untuk memberikan pelayanan kepada warga dengan baik. Namun di tengah-tengah harapan itu ada saja hal seperti itu terjadi, kita juga sangat menyangkannya,” tegas dr Suriadi Jauhari.(c45)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/baru-melahirkan-tidur-di-gudang_20161026_093454.jpg)