Citizen Reporter
Singapura, Negeri tanpa Tuan Tanah
SABTU lalu saya bertolak ke Singapura naik kapal feri dari Batam. Sekira satu jam lebih pelayaran Batam
OLEH TEUKU HANANSYAH, Direktur Utama Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mustaqim Sukamakmur, melaporkan dari Singpura
SABTU lalu saya bertolak ke Singapura naik kapal feri dari Batam. Sekira satu jam lebih pelayaran Batam-Singapura terasa cukup menyenangkan. Ibarat menyeberang dari Banda Aceh ke Sabang.
Perjalanan saya bersama teman-teman dari Perbarindo Aceh ke Singapura, sebenarnya untuk melihat lebih lanjut dari kegiatan kami di Batam terkait perbankan. Di Batam juga kami banyak belajar bagaimana provinsi ini berkembang, sehingga menjadi wilayah dengan kegiatan ekonomi yang terus berdenyut.
Kesempatan melintas ke Singapura kali ini kami manfaatkan untuk belajar kembali bagaimana sesungguhnya negeri kecil ini mengurus wilayahnya, sehingga menjadi negara yang sangat diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.
Singapura, ternyata merupakan negara sebagai pusat pasar Asia. Aktivitas perdagangan barang kawasan Asia baik melalui laut dan udara “wajib” melintas dan singgah di Singapura. Di negara ini, sektor wisata menjadi andalan selain sektor lainnya.
Kapal barang peti kemas wajib transit di Couple Bay, tepatnya di Tanjung Paga Singapura. Ini kawasan yang menggerakkan ekonomi negeri ini menjadi urutan nomor dua di Asia, terpadat dan terbaik setelah Tiongkok.
Jika Anda ingin membeli barang berkelas, Orchard Road adalah satu satu kawasan yang wajib kita singgahi dan menjadi pusat perdagangan terbaik saat ini. Banyak orang Indonesia belanja di kawasan ini. Saya pun memanfaatkan waktu berkunjung ke Orchard Road.
Negara yang didirikan oleh Lee Kuan Yew ini bisa berjaya karena sistem pengelolaan negaranya dijalankan dengan sempurna. Hukum dan aturan ditegakkan dengan baik. Setiap pelanggaran atas peraturan yang berlaku di Singapura dikenakan denda yang berat.
Ketegasan penegakkan hukum di Singapura telah mengubah cara pandang masyarakat negeri ini, bahkan para pendatang pun dengan sangat tertib mengikuti aturan yang berlaku.
Di negeri ini, kepemilikian rumah diatur setiap 99 tahun. Hak pakai atas satu rumah dibatasi dalam kurun waktu tersebut, setelah itu dikembalikan kepada negara. Tidak ada kepemilikan atau hak atas tanah bagi warga Singapura. Ini yang membedakannya dengan aturan yang berlaku di negara kita, di mana setiap orang bisa menjadi tuan tanah, termasuk di Aceh yang banyak sekali tuan tanahnya.
Tidak ada pengemis dan orang malas di Singapura. Semua bekerja membangun negara untuk tetap unggul dan maju. Saat ini penduduk Singapura sekitar 1,5 juta jiwa. Mayoritas 70 persen etnik Tionghoa, 5 persen Melayu, 5 persen etnik India, dan sisanya dari berbagai etnik yang ada di Asia Tenggara.
Negeri yang bersih dan teratur ini menjadi magnet bagi wisatawan dunia untuk berkunjung. Lee Kwan Yew telah mengubah Singapura menjadi negara yang maju sebagai pasar Asia saat ini.
Ekonomi akan bergerak jika kondisi ekonomi tidak dipolitisir dan ekonomi sebuah negeri baik jika budayanya baik pula. Dengan membangun sumber daya manusia yang mengarah pada keunggulan dalam layanan dan perdagangan, dalam waktu singkat menjadikan Singapura sebagai negara maju yang ramah dan nyaman dihuni oleh orang-orang dari berbagai latar belakang agama, suku dan asal negara, serta tingkat ekonomi.
Kenyamanan, ketertiban, dan keamanan yang dijaga dengan pembangunan infrastruktur yang baik dan cantik, menjadikan orang dari berbagai belahan dunia mau membayar mahal untuk datang dan tinggal di Singapura.
Kondisi ini pula yang juga ditopang keberhasilan membangun SDM yang andal dalam perniagaan, sehingga menjadikan Singapura sebagai raksasa dalam pasar modal dan pasar uang dunia. Dengan keberhasilan membangun SDM dan keberhasilan meningkatkan perekonomiannya, maka banyak hal besar dapat dilakukan Singapura, di antaranya membangun airport yang modern, canggih, tertata, cantik, dan tersohor ke seluruh dunia. Juga membuat sistem penataan kota dan transportasi yang menjadi acuan dunia, termasuk transportasi udara Singapore Airline.
Singapura memahami dengan baik bahwa SDM yang yang andal merupakan aset bagi negara.
* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/teuku-hanansyah_20161028_094931.jpg)