Siswa SMP Sukma Bangsa Kunjungi Balai Bahasa
Sebanyak 44 siswa SMP Sukma Bangsa Kota Lhokseumawe bersama 4 guru pendamping melakukan kunjungan ke Balai Bahasa Aceh
BANDA ACEH - Sebanyak 44 siswa SMP Sukma Bangsa Kota Lhokseumawe bersama 4 guru pendamping melakukan kunjungan ke Balai Bahasa Aceh, Banda Aceh, Kamis (10/11). Kunjungan mereka untuk memperkaya pengetahuan kebahasaan dan kesastraan. Rombongan siswa SMP kelas II tersebut disambut Kepala Balai Bahasa Aceh, Drs. Muhammad Muis, M.Hum. beserta sejumlah staf di aula kantor tersebut.
Kepala Balai Bahasa Aceh Muhammad Muis menjelaskan panjang lebar di hadapan puluhan siswa. “Balai Bahasa Aceh merupakan Unit Pelaksana Teknis Badan Bahasa di Provinsi Aceh yang hanya ada di tingkat provinsi. Keberadaan Balai Bahasa Aceh untuk menangani masalah kebahasaan dan kesasastraan di wilayah kerja. Cakupan wilayah kerja Balai Bahasa adalah seluruh wilayah Provinsi Aceh,” kata Muhammad Muis.
Meski baru tiba pada Kamis pagi dengan raut wajah yang terlihat lelah, namun siswa tampak antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan para staf Balai Bahasa Aceh mengenai program-program yang dilaksanakan seperti kebijakan bahasa, penyuluhan/pelatihan menulis kepada guru/siswa, Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI), pemetaan bahasa, pemantauan bahasa di luar ruang, penyusunan kosakata bahasa daerah, bengkel sastra, dan lomba baca puisi.
Di sela-sela pemaparan kegiatan, seorang guru pendamping menanyakan sebuah tulisan di tepi jalan yang dianggapnya mengganggu nilai rasa di Lhokseumawe. Ini terjadi karena cara memenggal kata yang tidak tepat. Menurut dia, kata ‘pengendara’ yang dipenggal itu, ditulis ‘pengen-dara’. Jika diartikan menjadi ‘mau perempuan’. Padahal, maksudnya adalah ‘pengguna kendaraan’. Sang guru berharap Balai Bahasa Aceh berperan mendidik masyarakat agar berbahasa secara baik dan benar.(sak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/duta-bahasa_20150919_145118.jpg)