Kamis, 9 April 2026

Setiap Muslim Wajib Menjaga Kesucian Masjidil Aqsa

IMAM Masjid Abdullah Azzam Gaza, Syeikh Mahmoud Kamal Alkhor Al Hafidz dari Palestina

Editor: bakri
Sean Pavone/Shutterstock.com

IMAM Masjid Abdullah Azzam Gaza, Syeikh Mahmoud Kamal Alkhor Al Hafidz dari Palestina menyampaikan harapannya kepada setiap muslim di dunia, termasuk di Aceh, untuk menjaga kesucian Masjid Al-Aqsa.

“Tugas menjaga menjaga Masjid Al-Aqsa bukan hanya diemban oleh muslim di Gaza saja, tapi juga seharusnya oleh setiap muslim di dunia,” ujar Syeikh Mahmoud Kamal Alkhor saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (16/11) malam.

Pengajian yang dimoderatori Kolektor Manuskrip Kuno Aceh, Tarmizi A. Hamid, dihadiri puluhan jamaah rutin dari berbagai kalangan. Turut hadir Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Syamsul Rijal M.Ag dan Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry, Dr. M. Yasir Yusuf MA.

Syeikh Mahmoud memaparkan kondisi yang dihadapi bangsa Palestina saat ini, khususnya dalam upaya mempertahankan kesucian Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa) yang merupakan tempat kiblat pertama dan sekaligus tempat suci umat Islam.

Ia menyayangkan jika saat ini banyak muslim yang tidak paham posisi Baitul Maqdis bagi umat Islam, baik para remaja maupun orang tua. Padahal, dulu para pejuang Islam mempersembahkan segala-galanya demi menjaga kesucian Baitul Maqdis.

“Salahuddin Al-Aiyubi dulu berjuang sekuat tenaga sehingga berhasil membebaskan Masjid Al-Aqsa dari tangan musuh-musuh Islam. Namun hari ini masjid ini telah berkali-kali mengalami perusakan oleh zionis Yahudi Israel, “ ungkap Syeikh Mahmoud yang juga pengajar di Darul Qur’an Karim Gaza Palestina.

Ia menambahkan, untuk membela Masjid Al-Aqsa, juga merupakan kewajiban bagi para wartawan, para penulis, dan lainnya. Mereka harus menulis persoalan Baitul Maqdis, sehingga semua umat Islam paham, tidak boleh menutup-nutupi persoalan masjid ini. Hingga muslim seluruh dunia bisa mengunjungi Baitul Maqdis kapan saja.

Syeikh Mahmoud menceritakan, Israel sedang berupaya menggali terowongan di bawah Masjid Al-Aqsa sehingga bisa runtuh tiba-tiba. Selain itu, saat ini tanah-tanah yang tersisa di Gaza sudah sangat terisolir, tiap hari diserang Yahudi.

Bahkan, katanya, umat Islam di Palestina mengalami penderitaan sangat pedih. Mereka mengalami pembunuhan, dipukuli, semua ini dilakukan agar mereka tidak nyaman sehingga kemudian pergi dari Gaza.

“Bahkan kezaliman ini bukan hanya terjadi bagi warga Palestina saja, tapi juga para wisatawan. Ada wisatawan dari Yordania yang setelah shalat lalu ditembak mati Zionis Yahudi. Juga, tidak jarang wisatawan nonmuslim datang ke Masjid Al-Aqsa lalu melecehkannya dengan sandal-sandal najis mereka, “ kisahnya.

Lalu bagaimana kita akan membebaskan Palestina yang terjajah sementara lawan sangat banyak? Syeikh mengatakan, minimal umat Islam di negara masing-masing bisa terus mengkampanyekan pembebasan Masjid Al-Aqsa serta mendoakannya.

Di akhir pengajian, Syeikh Mahmoud menerangkan, ia datang ke Indonesia bukan untuk meminta bantuan, namun memberitahu persoalan Palestina, khususnya Masjid Al-Aqsa adalah persoalan umat Islam seluruhnya. Syeikh Berada di Aceh dalam jadwal lawatannya ke beberapa negara muslim.(*/nal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved