Natural Aceh Buka Tabungan Komunitas
Lembaga riset Natural Aceh didukung Mercy Relief Singapore membuka program tabungan komunitas
* Khusus Keluarga Miskin
BANDA ACEH - Lembaga riset Natural Aceh didukung Mercy Relief Singapore membuka program tabungan komunitas dan simpan pinjam untuk masyarakat miskin yang disebut dengan Accumulating Saving & Credit Assosiation (ASCA). Untuk proyek percontohan, Natural Aceh akan mendampingi 100 keluarga pencari tiram di Alue Naga, Banda Aceh, untuk bergabung dengan komunitas ini yang direncanakan awal Desember mendatang.
Ketua Lembaga Riset Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja kepada Serambi, Rabu (23/11) mengatakan, ASCA merupakan program tabungan komunitas dan simpan pinjam yang ditujukan kepada masyarakat miskin. “ASCA menyediakan fasilitas simpan pinjam sederhana, pada suatu komunitas yang belum mempunyai akses ke layanan keuangan formal,” katanya.
Dia menambahkan, program itu juga menyediakan kemudahan lainnya yaitu asuransi khusus anggota (dana sosial), yang merupakan hibah dalam jumlah kecil, serta pinjaman tanpa biaya bagi anggota yang kesulitan. “Untuk proyek percontohan, Natural Aceh akan mendampingi 100 keluarga pencari tiram di Alue Naga Banda Aceh, untuk membentuk tabungan komunitas ini,” jelas Zainal.
Menurut dia, ASCA adalah rintisan Wahana Visi Indonesia yang telah teruji dan berhasil diterapkan di wilayah Jawa dan Indonesia Timur. “Aceh akan menjadi salah satu daerah pertama di Sumatera, yang akan mengadopsi program tabungan komunitas ini,” imbuhnya.
Sejak Rabu (23/11) hingga Jumat (25/11) besok, lembaga riset Natural Aceh didukung Mercy Relief Singapore melatih pendamping program tabungan komunitas bernama ASCA di Gedung Sultan II Selim ACC Banda Aceh. Sebanyak 18 peserta berasal dari Natural Aceh pusat dan 3 cabang (Barsela, Aceh Besar, dan Pase), serta 3 unit kerja yaitu Omanik, Te Em Bi, dan FKM BKA. Pemateri dalam pelatihan adalah Margareta Wahyu dari Livelihood & Resilience Team Wahana Visi Indonesia.
Pada bagian lain, Zainal Abidin Suarja mengatakan, syarat utama untuk bergabung dalam program ASCA adalah komitmen. Menurut dia, syarat administrasi lainnya tidak dibutuhkan dalam registrasi. Sebab, tujuan utama program itu adalah menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi masyarakat dengan cara sederhana.
“Syarat bergabung dalam program ini hanyalah komitmen. Setiap peserta wajib menyisihkan penghasilannya setiap minggu ke dalam celengan yang dikelola bersama,” kata dia. Disebutkan, 100 keluarga pencari tiram yang menjadi pilot project pihaknya, akan dibagi menjadi 10 kelompok.
Dikatakan, setiap kelompok terdiri atas 10-12 orang yang masing-masing memiliki akun. “Setiap orang menyetor Rp 10-50 ribu tiap minggu, dan mendapatkan 1-5 saham. Setiap transaksi itu akan tercatat dalam buku tabungan peserta,” ujar Zainal. Dia menyebut sistem itu mirip ‘julo-julo’ yang biasa diterapkan dalam beragam komunitas di Aceh. Hanya saja di setiap rapat mingguan peserta tidak disediakan konsumsi.
“Artinya, uang yang ditabung murni untuk keperluan keluarga mereka. Setiap peserta bisa berlomba untuk menabung atau meminjam uang, pasti ada keuntungannya karena menganut sistem bagi hasil,” jelas Zainal. Program ASCA di Alue Naga akan dimulai pada 1 Desember mendatang. (fit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-pertumbuhan-ekonomi_20160307_221350.jpg)