Rabu, 15 April 2026

Menakutkan! Ketika Matahari Semakin Tandus, Inilah yang Akan Terjadi pada Bumi

Bahkan ada beberapa peneliti yang mengatakan Bumi akan masuk kembali pada zaman es.

Editor: Faisal Zamzami
pixabay.com

SERAMBINEWS.COM - NASA dalam Solar Dynamics Observatory tanggal 14-18 November kemarin mengungkapkan sebuah fenomena dari pusat tata surya yaitu Matahari.

Namanya adalah fenomena The Dead Sun atau Matahari mati.

Fenomena The Dead Sun terjadi karena permukaan Matahari semakin tandus.

Sebenarnya menurut NASA, aktivitas ini sudah terjadi lama.

Pada tahun 2011, permukaan matahari tandus pernah masuk pada level terendah dan puncaknya pada tahun 2014.

Bahkan ada beberapa peneliti yang mengatakan Bumi akan masuk kembali pada zaman es.

Peneliti sudah mengikuti perkembangan fenomena The Dead Sun sejak 11 tahun terakhir.

Penyebab, jumlah bintik matahari berkurang dari yang diharapkan seperti dilansir TribunTravel.com dari intisari-online.com.

Istilah untuk setiap perubahan jumlah bintik Matahari yang memengaruhi permukaan yang tandus.

Peneliti menyebutnya Cycle.

BOLA

Saat ini, matahari sedang dalam Cycle 24 sejak 2008.

Jumlah bintik matahari terkecil terjadi pada Februari 1906 disebut Cycle 14.

Sementara siklus matahari sebelumnya disebut Cycle 23 pada 2000-2002 ketika ada badai matahari.

Vencore Weather menambahkan jika bintik Matahari menjadi jarak maka siklus Matahari telah rusak sepenuhnya.

Maka ada kemungkinan, Bumi akan masuk pada serangkaian musim dingin luar biasa.

Terutama di Bumi bagian Utara.

Untuk Cycle 25 dan 26 akan terjadi antara tahun 2030-2040.

Saat itu diprediksi akan ada penurutnan yang signifikan dalam aktivitas Matahari.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved