Rabu, 8 April 2026

Kebakaran di Ranto Peureulak Tewaskan Nek Fatimah

"Waktu pulang dia (si cucu) melihat rumahnya sudah terbakar. Dia gak sempat bantu neneknya lagi, karena api sudah membesar," jelas Syamsul.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM,IDI-Musibah kebakaran terjadi di Gampong Pertamina, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (9/12/2016) pukul 01.00 WIB.

Kebakaran itu tak hanya menghanguskan rumah lapuk berkontruksi kayu.

Tapi, sang pemilik seorang janda tua Fatimah binti Ahmad (70), tewas terpanggang.

"Tinggal tulang-tulangnya yang dikumpulkan oleh cucunya. Bahkan tulang lututnya sudah lepas karena dagingnya habis terbakar," kata Camat Ranto Peureulak, Syamsul SH kepada Serambinews.com, Jumat (9/12/2016).

Syamsul mengatakan, nek Fatimah tersebut tinggal bersama cucunya yang juga yatim. Namun, saat itu sang cucu keluar menonton bola.

"Waktu pulang dia (si cucu) melihat rumahnya sudah terbakar. Dia gak sempat bantu neneknya lagi, karena api sudah membesar," jelas Syamsul.

Rumah nek Fatimah ini, jelas Syamsul, lokasinya mengasing di atas bukit. Jaraknya dengan tetangga yang lain sekitar 50 meter.

"Saat mobil pemadam tiba, rumahnya sudah rata dengan tanah," jelas Syamsul.

Jenazahnya juga telah dikebumikan Jumat (9/12/2016) di TPU gampong setempat. Suami nek Fatimah, Yusuf juga telah meninggal waktu tsunami dulu.

"Paska kejadian kita sudah salurkan bantuan tanggap darurat untuk korban. Karena tinggal seorang diri, kita harapkan pemerintah bisa membantu rumah duafa untuk korban," pinta Syamsul.

Sementara kerugian diperkirakan mencapai Rp 80 juta. "Sumber api masih diselidiki pihak kepolisian," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved