Rabu, 6 Mei 2026

Saksi Mata: Dubes Rusia Tersungkur ke Lantai setelah Delapan Kali Tembakan

Ia juga meneriakkan "Allahu akbar" tapi saya tak paham kalimat yang ia ucapkan dalam bahasa Arab.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami

Ia mungkin marah dengan pengeboman oleh Rusia di Aleppo yang ditujukan untuk menumpas pemberontak di sana. Banyak warga sipil yang tewas dalam konflik ini.

Ia juga meneriakkan "Allahu akbar" tapi saya tak paham kalimat yang ia ucapkan dalam bahasa Arab.

Ia sepertinya marah dan berjalan memutari jenazah duta besar sambil membanting beberapa foto yang dipasang di tembok.

Saya -terus terang saja- merasa takut dan menyadari sepenuhnya apa yang terjadi seandainya ia menemukan posisi saya.

Tapi pada saat yang sama saya juga berpikir, "Saya ada di lokasi. Kalau pun saya terluka atau bahkan mati, saya adalah wartawan. Saya harus melakukan tugas saya. Saya bisa saja menyelamatkan diri tanpa mengambil foto ... tapi apa yang harus saya katakan ketika orang-orang bertanya mengapa saya tak memotret kejadian ini?"

Pada momen ini saya juga teringat sahabat dan rekan-rekan kerja yang meninggal ketika melukan tugas di zona perang.

Ketika berbagai hal berkecamuk dalam pikiran, pria bersenjata di depan saya berteriak kepada hadirin untuk mundur. Petugas keamanan meminta kami mengosongkan ruangan dan kami meninggalkan lokasi.

Tak lama kemudian datang mobil-mobil lapis baja dan ambulans dan operasi polisi dilancarkan. Pria bersenjata ini mati dalam baku tembak.

Ketika saya kembali ke kantor dan mengedit foto-foto yang diambil, saya terkejut ketika mengetahui bahwa pelaku ternyata sejak awal berada di belakang duta besar.

Ia berdiri di sana, layaknya seorang kawan atau pengawal pribadi.(BBC Indonesia)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved