Gempa Pidie Jaya

Rumah Korban Gempa Dibangun Mulai Januari

Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dody Ruswandi mengatakan, rumah korban

Rusak berat- Salah satu rumah warga di Desa Lueng Keubeu, Samalanga Bireuen rusak berat dan belum tersentuh bantuan sama sekali. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

SIGLI - Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dody Ruswandi mengatakan, rumah korban gempa di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen dibangun mulai Januari 2017.

Informasi itu disampaikan Dody didampingi Inspektur Utama (Irtama) BNPB, Bintang Susmanto di sela-sela kunjungan ke BPBD Pidie, Rabu (21/12).

Menurut Dody, bupati di ketiga daerah menyatakan telah siap memaparkan data kerusakan rumah dan infrastruktur dalam rapat koordnasi (rakor) di BNPB di Jakarta. Rakor tersebut memaparkan rencana pembangunan kembali zona gempa secara permanen.

Hasil pemaparan oleh ketiga bupati itu nantinya menjadi data bagi BNPB untuk pengajuan angka kebutuhan dana kepada Menteri Keuangan. “Pengajuan dana oleh Kepala BNPB kepada Menteri Keuangan harus selesai selesai Jumat (23/12).

Ia menjelaskan, rumah rusak itu akan dibangun sendiri oleh masyarakat korban gempa. BNPB akan menyiapkan fasilitator teknik untuk pendampingan selama proses pembangunannya. Mutu pembangunan rumah tetap harus standar. Adapun honorarium fasilitator teknik dibayar BNPB. Sedangkan dana pembangunan rumah ditransfer ke masing-masing rekening pemilik rumah.

“Sistem ini telah kita lakukan ketika penanganan korban gempa di Aceh Tengah dan Bener Mariah yang berjalan sangat sukses. Masyarakat sebagai korban gempa cukup gembira rumah mereka dibangun sendiri,” kata Dody.

Ia mengatakan, kerja keras bupati di tiga kabupaten telah berhasil mendata rumah rusak berat dan rusak hanya dalam rentang waktu dua minggu. Dengan begitu kebutuhan rumah cepat dikerjakan sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo yang telah dua kali mengunjungi zona bencana di Aceh. “Pak Presiden meminta percepatan penanganan kembali rumah rusak, sarana ibadah dan infrastruktur. Kami menilai pendataan dilakukan bupati paling cepat selama BNPB menangani bencana,” katanya.

Sesuai data yang masuk ke BNPB, rumah rusak berat di Pidie Jaya sekitar 1.500 unit dan rusak sekitar 3.000 unit. Kabupaten tersebut paling besar kerusakan dampak gempa yang terjadi pada 7 Desember lalu. Adapun Pidie sebanyak 42 unit rusak berat dan 201 rusak. Sedangkan data rumah rusak di Kabupaten Bireuen belum masuk.

Masa tanggap darurat selama dua minggu telah selesai dan kini dilanjutkan masa transisi darurat kepada pemulihan. Tujuannya, kata dia, untuk menyelesaikan persoalan yang belum selesai. Seperti bangunan-bungunan sementara sehingga perlu waktu untuk didampingi dengan dana pusat. Perpanjangan transisi darurat kepada pemulihan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Proses Penanggulangan Bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Apriadi kepada Serambi mengatakan, sebanyak 1.330 jiwa pengungsi Pidie telah kembali ke rumah. Pengungsi tersebut tersebar di empat gampong di Kecamatan Kembang Tanjong, yaitu Ie Leubeu, Pasi Lhok, Jeumerang, dan Pasi Pusong.

Untuk pengungsi Ie Leubeu, Pasi Lhok, dan Jeumerang telah pulang ke rumah pada 15 dan 19 Desember. Sementara Pasi Pusong yang mengungsi di Lanjok dan Ara Bungkok, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya telah kembali ke rumah sejak 17 Desember.

“Warga Pidie yang mengungsi itu karena sering terjadi gempa susulan. Artinya mereka pengungsi trauma. Meski mereka pulang ke rumah, mereka tetap mendapatkan jadup,” kata Apriadi.

Menurut Apriadi, jadup tersebut disalurkan kepada masyarakat saat adanya permintaan dari warga melalui keuchik. Jadwal penyaluran tidak menentu. Penyalurannya melibatkan petugas BPBD Pidie dan relawan RAPI Pidie.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved