Tiga Tim Survey PT Tri Nusa Energi Dilaporkan Hilang Terseret Arus Sungai Meukek
"Kami melakukan pencarian dari Krueng Manggamat," ungkap Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE kepada Serambinews.com, Sabtu (31/12/2016).
Penulis: Taufik Zass | Editor: Yusmadi
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Tiga orang tim survey Geologi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dari PT Tri Nusa Energy Jakarta dilaporkan hilang terseret arus sungai di kawasan Alue Buloh, Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Jumat (30/12/2016).
Saat ini, Tim gabungan dari Satgas SAR Aceh Selatan, BPBD Aceh Selatan, Satgaskom RAPI Aceh Selatan beserta Personel TNI/Polri dan masyarakat sedang melakukan upaya pencarian terhadap ketiga korban tersebut.
Dari Meukek di peroleh informasi, tim BPBD Aceh Selatan bersama personel TNI/Polri dan masyarakat setempat sedang melakukan upaya pencarian terhadap ketiga korban hilang terseret arus sungai Alue Buloh, Gampong Jambo Papeun tersebut.
Bahkan menurut informasi dari masyarakat sekitar, tim BPBD Aceh Selatan sudah memasang tenda untuk para petugas dan masyarakat yang membantu upaya pencarian tersebut.
Sedangkan dari di kawasan aliran Sungai Menggamat, Kluet Tengah Satgas SAR Aceh Selatan bersama Satgaskom RAPI Aceh Selatan beserta personel TNI/Polri dan masyarakat juga turut membantu menyisir aliran sungai tersebut.
Karena aliran sungai tersebut terhubung langsung dengan sungai Alue Buloh, Gampong Jambo Papeun, Meukek.
"Kami melakukan pencarian dari Krueng Manggamat," ungkap Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE kepada Serambinews.com, Sabtu (31/12/2016).
Menurut keterangan Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, tiga korban hilang terseret arus Sungai Meukek itu satu diantaranya warga Jambo Papeun, Meukek. Sedangkan dua orang lagi berasal dari Bandung, Provinsi Jawa Barat.
"Muktar Yuli (30), warga Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan. Sedangkan dua orang lagi, yakni Testa Muhammad Abdul (25), berstatus mahasiswa dan tinggal di Desa Abtapani Wetan, Kecamatan Antapani Kota Bandung. Korban ketiga Syarif Basarah (45), warga Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat," kata May Fendri.
Menurut informasi yang diterima May Fendri, tim survey dari PT Tri Nusa Energi tersebut beranggotakan 5 orang warga asal Bandung dan 17 orang masyarakat Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek.
Mereka berangkat dari Jambo Papeun menuju ke hulu sungai kawasan Alue Buloh tempat yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan mesin turbin PLTA Kluet 1.
Ketiga masyarakat tersebut hilang pada saat menyeberang sungai. Dimana air sungai tiba - tiba meluap dan menyeret ketiganya dan akhirnya hilang di bawa air.
"Kronologisnya, pada hari Rabu (28/12/2016) rombongan bergerak dengan jalan kaki menuju Gunung Alue Buloh untuk keperluan Survey PLTA Geologi dari PT Try Nusa Energy. Mereka bergerak dari Desa Jambu Papeun, Kecamatan Meukek menuju Gunung Alue Buloh. Mereka beranggotakan 22 orang, 19 orang selamat dan 3 orang terseret arus saat menyeberang sungai Alue Buloh," ungkap May Fendri.
Pada saat menyeberang sungai, ketiganya terjebak dengan arus sungai yang tiba-tiba meluap dan menyeret ketiganya. Sedangkan 19 orang kawan-kawan korban belum sempat menyeberang sungai, mereka hanya bisa melihat tanpa bisa memberikan pertolongan di karenakan air sungai cukup besar dan tajam.
"Setelah ketiga kawan - kawannya hilang para Pekerja pulang dan melaporkan ke Keuchik Jambo Papeun. Menerima informasi tersebut Keuchik Jambo Papeun selanjutnya melaporkan ke Koramil dan Polsek Meukek," ungkap May Fendri. (*)