Citizen Reporter

Tak Ada Perayaan Tahun Baru di Arab Saudi

SEPERTI halnya di Aceh, negara Arab Saudi pun tidak merayakan pergantian tahun baru Masehi.

Tak Ada Perayaan Tahun Baru di Arab Saudi

OLEH AKMAL HANIF Lc, Pembimbing Jamaah Umrah asal Aceh, melaporkan dari Kota Madinah, Arab Saudi

SEPERTI halnya di Aceh, negara Arab Saudi pun tidak merayakan pergantian tahun baru Masehi. Ada empat negara di dunia ini yang resmi melarang perayaan pergantian tahun baru, yakni Arab Saudi, Brunei Darussalam, Tajikistan, dan Somalia.

Larangan merayakan pergantian tahun baru di Arab Saudi diatur oleh Komisi Kebijakan dan Pencegahan Kejahatan Arab Saudi. Artinya, merayakan pergantian tahun baru masuk ke dalam tindak kejahatan di Arab Saudi, karena berdosa.

Bentuk larangan perayaan pergantian tahun baru bukan hanya larangan seperti menyalakan mercon dan kembang api seperti yang dilakukan negara-negara lainnya saat merayakan tahun baru, tapi Kerajaan Arab Saudi juga melarang pedagang toko menjual aksesoris, bunga, dan boneka yang bertema pergantian tahun. Jika ada yang melanggar, maka siap-siap untuk dirazia oleh polisi syariat (wilayatul hisbah).

Selain alasan larangan agama, Arab Saudi juga memang tak menggunakan kalender Masehi dalam sistem penanggalan negara di kerajaan tersebut. Arab Saudi menggunakan kalender Hijriah dalam sistem penanggalan kerajaan.

Hal ini membuat masyarakat Arab tak begitu familiar dengan penanggalan Masehi. Orang Arab umumnya tidak mengerti tentang sistem penanggalan tahun Masehi. Ketika kita bertanya kepada orang Arab kapan mereka lahir, mereka akan menjawab dengan tanggal, bulan, dan tahun Hijriah.

Nah, seperti yang saya sebut di atas, ada empat negara plus satu provinsi di dunia ini, yaitu Aceh yang tidak merayakan tahun baru Masehi. Alangkah baiknya jika kita orang Aceh tidak hanya sebatas tidak merayakan tahun baru Masehi, tapi juga memperbanyak ilmu dan “merayakan” bulan-bulan mulia dalam sistem penanggalan tahun hijriah.

Alangkah baiknya jika kita tidak hanya menghafal nama-nama bulan di tahun hijriah, tapi juga tahu dan mengerti momen-momen penting apa yang terjadi di sepanjang tahun Hijriah. Misalnya, selama ini sebagian dari kita hanya tahu dan mengerti tentang tanggal lahir Nabi Muhammad saw karena adanya kenduri maulid di Aceh. Kita juga mengerti bulan Ramadhan karena di bulan tersebut kita diwajibkan berpuasa. Sebenarnya setiap bulan di tahun Hijriah memiliki sejarah dan momen tertentu dalam sejarah Islam untuk kita ketahui.

Nah, alangkah baiknya jika Pemerintah Aceh membuat sebuah qanun yang mewajibkan daerah Aceh menerapkan sistem kalender Hijriah. Jika pun tidak bisa sepenuhnya dilakukan karena Aceh masih terikat dengan negara Indonesia, setidaknya ada upaya Pemerintah Aceh untuk “membumikan” kalender Hijriah di Aceh. Misalnya, dengan mencetak kalender Hijriah sebanyak-banyaknya dan membagikannya kepada masyarakat. Mungkin hal itu upaya terkecil yang bisa kita lakukan untuk lebih menghidupkan sistem tahun Islam dalam kehidupan kita.

Contoh kecil perbedaan sistem tanggal hijriah dan Masehi di Arab Saudi adalah ketika weekend. Kalau kita berakhir pekan pada hari Sabtu dan Minggu, maka di Arab Saudi akhir pekannya justru pada hari Kamis dan Jumat. Biasanya, orang Arab Saudi akan beramai-ramai mendatangi Kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah di Baitullah.

Pada hari Jumat, selain dipadati oleh jamaah umrah dari negara luar Arab, Kota Mekkah juga akan padat oleh orang-orang Arab Saudi sendiri. Mereka datang dari kota-kota lain untuk beribadah di Masjidil Haram. Jadi, kami mengimbau kepada jamaah umrah dari Aceh dan Indonesia pada umumnya untuk lebih cepat ke Masjidil Haram saat ingin melaksanakan shalat Jumat karena pintu-pintu Masjidil Haram akan cepat ditutup karena jamaah lebih cepat memenuhi masjid. Jika telat, maka Anda terpaka shalat di luar masjid.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskahnya, termasuk foto dan identitas Anda ke email redaksi@serambinews.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved