Puisi
Cerita tentang Teh
dua gelas teh, selalu kusiapkan setiap pagi dan malam selalu. segelas buatku, segelas buatmu. kita minum berdua, sambil rancangkan masa depan, dan bin
Sajak-sajak J. Kamal Farza
Cerita tentang Teh
dua gelas teh,
selalu kusiapkan setiap pagi
dan malam
selalu.
segelas buatku, segelas buatmu.
kita minum berdua, sambil rancangkan
masa depan, dan bincangkan masa lalu kita.
sejak kau pergi
dua gelas teh,
masih kusiapkan setiap pagi
dan malam
selalu
segelas buatku, dan segelas lagi dingin sendiri
diminum semut merah
yang nyinyir mengejekku.
getir
sejak kau pergi
aku masih belum percaya kau pergi
dan selalu saja menyiapkan dua gelas teh
untuk kita minum bersama.
aku belum percaya kau pergi
karena kumenyakini, engkau akan kembali
mengusir semut merah
dan meminum segelas yang selalu tersisa!
Agutus 2009-Juli 2010
Kota Cinta
Kabut menyelimuti kotaku,
langit agak hitam, matahari enggan
menampakkan wajah.
Tanah, daun, ranting, basah,
di sudut sana kamu masih mendesah
Maka, ketika cinta memanggilmu
dekatilah ia walau jalannya terjal.
Jika cinta memelukmu dakaplah ia
walau pedang di sela-sela sayapnya
melukaimu
Kabut menyelimuti kotaku
ketika hasratku sangat membara
membawa kau ke India
menapak jejak leluhur di kota cinta
menyaksi cinta Shan Jehan buat sang Mahal
simbol kisah abadi cinta
18 Sep 2011
* J. Kamal Farza, penyair dan pengacara, sekarang membagi waktu antara Aceh dan Jakarta.