Breaking News:

Pilkada 2017

Abusyiek Terima Dukungan dari Partai Atjeh Hijau

Dalam kesempatan itu, Zahrul juga membacakan surat dukungan yang dihadiri langsung Abusyiek yang turut disaksikan oleh ketua dan beberapa unsur tim.

DOK. PAH
Presiden Partai Atjeh Hijau, Zahrul SH membacakan surat dukungan kepada Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pidie Periode 2017-2022 Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud ST di Gampong Puuk Aree, Kecamatan Delima, Pidie, pada Minggu (29/1/ 2017). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Calon Bupati Pidie, Roni Ahmad Ahmad alias Abusyiek menerima dukungan dari pengurus Partai Atjeh Hijau (PAH)--partai yang telah terbentuk dan dideklarasikan beberapa tahun lalu.

Dukungan politik untuk pertama kali kepada calon kandidat yang bertarung dalam Pilkada 2017 oleh partai yang didominasi para pegiat lingkungan itu disampaikan Presiden PAH, Zahrul SH di Gampong Puuk Aree, Kecamatan Delima, Pidie, pada Minggu (29/1/ 2017) .

Dalam kesempatan itu, Zahrul juga membacakan surat dukungan yang dihadiri langsung Abusyiek yang turut disaksikan oleh ketua dan beberapa unsur tim pemenangan Paslon tersebut.

Zahrul mengatakan, Partai Atjeh Hijau telah memutuskan dan selanjutnya menetapkan untuk memberi dukungan politik secara penuh dan memenangkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie Periode 2017-2022 Nomor urut 2 atas nama Roni Ahmad-Fadhlullah TM Daud ST.

Dikatakan, sebagai salah satu elemen politik, Partai Atjeh Hijau menyatakan dan memastikan untuk terlibat aktif dan partisipatif pada momentum Pilkada Aceh 2017.

Zahrul menambahkan, penentuan dukungan dilakukan melalui serangkaian proses penilaian dan analisis objektif dan terukur yang menitikberatkan pada keberpihakan para masing- masing Paslon terhadap upaya perlindungan, pelestarian lingkungan hidup serta pemanfaatan sumber daya alam Aceh.

Selain itu, kata Zahrul, juga dilakukan penilaian dan analisa terukur setentang rekam jejak serta visi misi yang diusung oleh masing-masing pasangan calon kepala daerah berkaitan isu-isu seperti penghormatan HAM, ekonomi kerakyatan, kesetaraan akses, termasuk perlidungan untuk para dissabilitas, hak dan penguatan peran perempuan, ruang ramah anak serta percepatan pengakuan secara penuh akan kedaulatan masyarakat adat Aceh. (*)

Penulis: Yusmadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved